Heping Jingying 3

PUBG Mobile Resmi Ditutup Tencent Karena Regulasi Baru China

PUBG Mobile memang menjadi kontroversi di sebagian negara. Bahkan sejak kemunculannya, PUBG Mobile telah menghadirkan beberapa perdebatan. Sebagai game battle royale yang sukses versi mobile, PUBG Mobile ternyata banyak menimbulkan kontroversi. Seperti pada kasus di India, di mana game PUBG Mobile dianggap sebagai permasalahan sosial. tidak hanya itu, di beberapa negara—Nepal salah satunya—game besutan Tencent ini banyak dicekal dan diblokir. Di Indonesia sendiri, game PUBG Mobile sempat akan mendapatkan cap haram dari lembaga agama, yakni MUI Indonesia.

PUBG Mobile yang dibesut oleh pengembang asal China—Tencent—menjadi fenomena dan membuat nama Tencent semakin berjaya. Sayangnya, game ini juga menjadi perdebatan di negara asalnya, yakni China. Sebelumnya, sobat gamers pasti sudah mengetahui bahwa game PUBG Mobile memang menimbulkan banyak kontroversi.

Heping Jingying 1Tencent

Namun, sobat gamers pasti juga tidak menyangka bila kontroversi PUBG Mobile juga ada di China. Sebenarnya, hal ini diawali dari pemerintah China yang baru saja memperbarui regulasi pada bulan April lalu. Berdasarkan regulasi yang diterapkan pemerintah China tersebut, Tencent diharuskan menutup PUBG Mobile besutannya untuk menghormati peraturan pemerintah China.

Sementara itu, game PUBG Mobile pertama kali diperkenalkan oleh Tencent. Sejak kemunculannya (tahun lalu), PUBG Mobile ternyata telah di-download oleh lebih dari 100 juta pengguna di Google Play Store. PUBG Mobile akan menempurkan 100 pemain untuk bertahan hidup, dan hanya satu pemain saja di akhir yang akan menjadi pemenangnya. PUBG Mobile merupakan adaptasi dari PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) PC, game Battle Royale Original, serta Xbox One. Ketiga game tersebut menjadi fenomena sejak kemunculannya, sehingga Tencent berinisiatif untuk mengembangkan PUBG Mobile yang diadaptasi dari ketiga game tersebut.

Heping Jingying 2Tencent

Pola permainan pada PUBG Mobile, tidak jauh berbeda dengan pola permainan battle royale lainnya. Meski begitu, PUBG Mobile dianggap sebagai game battle royale yang paling menguntungkan dan populer. Di China saja, PUBG Mobile berhasil menarik minat 70 juta pengguna. Bahkan berdasarkan riset dari China Renaissance, PUBG Mobile berhasil mendapatkan laba hanya dari pembelian item sebesar US 1.18 miliar hingga US 1.48 miliar per tahunnya. Coba bayangkan, sebanyak itu keuntungan yang didapatkan oleh Tencent. Keuntungan yang banyak, tak membuat Tencent melanggar peraturan dari pemerintah China.

Pasalnya, Tencent setuju untuk menutup game tersebut. Meski setuju, namun Tencent meminta agar akun para pemain di PUBG Mobile dialihkan ke game Heping Jingying atau Elite Force for Peace. Pemerintah China pun menyetujui keinginan Tencent. Sebab, dalam game baru tersebut, terdapat unsur patriotisme yang ditujukan kepada pasukan angkatan udara China. Meski para pemain China akunnya dialihkan ke Heping Jingying, namun ternyata game tersebut tak jauh berbeda dengan PUBG Mobile. Perbedaannya hanya pada unsur darah yang dihilangkan saat menembak lawan. Jadi, para pemain tetap bisa merasakan keseruan seperti ketika bermain di PUBG Mobile. Bahkan para pemain PUBG Mobile China pun juga menyetujui keputusan Tencent.

Heping JingyingTencent

Kalau menurut kalian gimana nih sobat gamers? Langkah Tencent ini sudah tepat apa belum? Kita berharap saja, agar PUBG Mobile di negara-negara lain tidak terkena imbasnya ya.

Tags:

Share post:

Add Comments
Silahkan Anda Login Terlebih Dahulu
Comments