Fatwa Haram PUBG Mobile, Tantangan Besar Anggota Baru The Pillars

Fatwa Haram PUBG Mobile, Tantangan Besar Anggota Baru The Pillars (1)

Minggu pertama PMPL Season 2 tim The Pillars Slayer berhasil menempati posisi lima klasemen. Tim esports PUBG Mobile yang dikawal oleh Boboho, Argenta, Kental, Onta, dan Bangkhuz ini bahkan berhasil mengamankan WWCD dengan perolehan 22 kill poin di hari ketiga. Ini menjadi langkah awal yang baik bagi tim besutan Ariel Noah dalam turnamen yang masih akan bergulir hingga September mendatang.

Pencapaian di minggu pertama ini tentunya tak lepas dari peran setiap pemain dalam tim. Apalagi di musim kali ini The Pillars kedatangan dua pemain baru. Bangkhuz dan Onta adalah dua pemain The Pillars yang baru saja diumumkan secara resmi pada tanggal 1 Agustus 2020 lalu. Meski baru bergabung, dua anggota baru ini mulai menunjukkan kontribusinya yang cukup memuaskan terhadap tim.

Fatwa Haram PUBG Mobile, Tantangan Besar Anggota Baru The Pillars (4)
Pencapaian The Pillars di PMPL Season 2 Week 1

Bergabung dengan tim esports resmi dan berpartisipasi dalam turnamen besar adalah impian setiap pro player. Hal ini turut diutarakan oleh Bangkhuz.

“Bisa berkompetisi di pro scene ‘kan impian hampir semua pro player, buat ngerasain kompetisi tingkat yang lebih tinggi,” ungkap Bangkhuz.

Onta dan Bangkhuz mengakui bahwa awalnya mereka tidak direstui oleh orangtua untuk menekuni karier di esports. Terlebih daerah asalnya memiliki hukum tersendiri mengenai larangan bermain PUBG Mobile. Namun, karena usaha dan keseriusan yang ditunjukan, akhirnya pintu peluang untuk berkiprah di esports PUBG Mobile terbuka.

Tentang Fatwa Haram Main PUBG Mobile

Fatwa Haram PUBG Mobile, Tantangan Besar Anggota Baru The Pillars (3)

Seperti yang Sobat Gamers ketahui, sejak 19 Juni 2019 Aceh menetapkan fatwa haram terhadap game PUBG Mobile. Penetapan ini telah disetujui oleh 47 ulama yang menjadi anggota MPU Aceh. Tentunya hal ini juga disahkan setelah dilakukan berbagai kajian dari berbagai bidang mulai dari hukum Islam, Teknologi, dan juga Psikologi.

Keputusan ini pun akhirnya diambil karena game battle royale satu ini dinilai mengajarkan hal-hal yang tidak baik terhadap anak-anak. Game PUBG Mobile dianggap sebagai permainan yang membangkitkan sisi brutal anak-anak muda. Ada banyak pro kontra yang terjadi sejak fatwa haram ini disahkan.

Tak hanya di Aceh, game PUBG Mobile juga dilarang di beberapa daerah seperti Nepal karena dianggap membawa dampak negatif terhadap perilaku anak muda. Mengkaji hal tersebut akhirnya Tencent memberlakukan beberapa kebijakan dalam gamenya. Sebagai contoh, peringatan enam jam yang telah diterapkan Tencent dalam game PUBG Mobile. Jika Sobat Gamers bermain selama 6 jam nonstop, game akan mengeluarkan peringatan agar kalian berhenti sejenak untuk beristirahat.

Cerita Bangkhuz tentang Restu Orangtua dan Fatwa Haram

Fatwa Haram PUBG Mobile, Tantangan Besar Anggota Baru The Pillars (1)

Siapa sangka bahwa ternyata Aceh telah melahirkan beberapa pemain berbakat yang bahkan bisa berkarier dan berkompetisi hingga ke tingkat nasional. Seperti Bangkhuz dan Onta, pro player PUBG Mobile dari tim esports The Slayers asal Kota Serambi Mekah. Tak hanya dua pemain ini saja, loh, Sobat Gamers.

Jika kalian ingat ketika tim The Slayers resmi diakuisisi oleh The Pillars, disebutkan bahwa tim PUBG Mobile ini berasal dari Aceh. Meski ada pemain yang telah keluar dan bergabung dengan tim lain, pada akhirnya The Pillars kedatangan dua pemain lagi dari daerah yang sama.

Dalam satu sesi wawancara dengan Bangkhuz dan Onta The Pillars, dua pemain ini mengaku bahwa awalnya mereka tidak direstui oleh orangtua. Keinginan untuk serius menekuni esports dan meniti karier sebagai pro player ditentang.

“Karena ada fatwa haram di Aceh, jadi orangtua pasti melarang. Tapi setiap ada event dan juara, selalu kabarin orangtua. Ditanyain itu duit dari mana, jawabnya duit dari juara turnamen. Sudah sering juara juga masih belum (direstui). Sampai akhirnya ikut event ke Jakarta di 2019 awal. Di situ orangtua ngelihat bahwa aku serius. Aku izin ke orangtua buat pergi ikut event bawa nama kampus, dan diizinkan. Di situ aku lihat kalau enggak direstui pasti enggak dibolehin pergi. Support-nya memang belum tampak, tapi sudah mulai diizinin,” terang Bangkhuz.

Ambisi Onta The Pillars, Ingin Maju ke PMWL Bersama Timnya

Fatwa Haram PUBG Mobile, Tantangan Besar Anggota Baru The Pillars (2)

Tak berbeda jauh dengan Bangkhuz, pada awalnya Onta pun tak mendapat restu orangtua. Bahkan dia mengaku sering dimarahi karena terus-terusan main game. Namun karena menjadi juara di berbagai turnamen, akhirnya orangtua mulai percaya.

Itulah sebabnya saat bergabung dengan tim The Pillars Onta merasakan hal yang jauh berbeda. Terutama karena di dalam manajemen tim, mereka selalu mendapat dukungan penuh untuk mengikuti turnamen. Dengan tim barunya, Onta mendapat tujuan baru yang harus dicapainya. Turnamen PMWL adalah kompetisi yang ditargetkan oleh dua pemain baru The Pillars ini.

 

Kesimpulannya, hampir tak ada yang mustahil, Sobat Gamers. Meski saat ini kalian mengalami banyak kesulitan saat menggapai impian, teruslah berusaha. Sebab suatu saat nanti, usaha dan keseriusan kalian akan membuka jalan menuju cita-cita.

Temukan berbagai informasi, berita, dan juga tips bermain game PUBG Mobile hanya di website https://www.indoesports.com/news/pubg-mobile.


Tags:

Apa menurut kamu Artikel ini keren?

Share artikel ini ke teman-teman kamu juga ;)

Beri Komentar
Silahkan melakukan login terlebih dahulu

0 Komentar
5