Olimpiade 2020

Siap-siap! Esports Bakal Masuk Olimpiade 2020

Akibat antusias peminatnya, kini industri esports berkembang begitu pesat sampai Intel pun membicarakannya dengan IOC terkait esports masuk Olimpiade 2020 sebagai salah satu cabang yang dipertandingkan. Komite Olimpiade Internasional juga telah menunjukkan minatnya untuk memasukkan cabang olahraga esports dalam acara Olimpiade yang akan diselenggarakan di Jepang khususnya kota Tokyo pada tanggal 24 Juli hingga 9 Agustus 2020. Apalagi Intel dan Komite Olimpiade Internasional (IOC) pernah melakukan kerjasama saat Olimpiade musim dingin di Pyeongchang pada bulan Februari 2018. Melalui kerjasama tersebut, Intel pernah membawakan pengalaman bermain game yang menakjubkan melalui Intel Extreme Masters dan sebuah pameran terpisah yang menampilkan game dengan genre action-sports dari Ubisoft, Steep: Road to the Olympics yang sukses memamerkan esports, cabang olahraga masa depan. 

olimpiade 2020 1dailyesports

Tidak hanya itu saja, esports pun pernah dipamerkan saat Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Lalu, tiga tahun dari sekarang esports akan tampil penuh di turnamen multi-sport yang berada di China. Oleh karena itu, Intel kembali mencoba untuk bekerjasama dengan IOC. Akan tetapi, hingga saat ini masih belum ada konfirmasi dari pihak terkait. Namun, ada hal yang paling penting dan perlu diingat untuk memasukkan esports dalam Olimpiade menurut Thomas Bach selaku Presiden IOC. Dimana pihak IOC tidak akan mengizinkan game yang mengandung unsur kekerasan untuk dipertandingankan di Olimpiade. Meskipun masih belum ada kepastian dan konfirmasi lebih lanjut, tetapi ini merupakan suatu langkah yang tepat untuk esports agar akhirnya diakui dan memiliki kesetaraan dengan olahraga tradisional.

Meskipun belum ada kepastian, masuknya esports dalam cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Olimpiade 2020 kemungkinan akan membawa banyak reaksi publik. Seperti yang sobat gamers ketahui, banyak orang masih menganggap game hanya membuang-buang waktu saja, bukan? Hal ini dikarenakan kurangnya keterlibatan fisik di cabang olahraga esports. Meskipun memang esports kurang melibatkan gerakan fisik daripada olahraga tradisional pada umumnya, tapi sebenarnya ada beberapa kesamaan loh. Tim olahraga esports dan olahraga tradisional sama-sama harus berlatih dalam lingkungan profesional yang kompleks, seperti memiliki fasilitas pelatihan, pelatih, analis, dan bahkan ahli gizi mereka sendiri. Atlet di kedua tim juga akan dilatih beberapa jam sehari serta dijaga kesehatan fisik dan mental mereka untuk tampil maksimal di pertandingan tingkat tertinggi. Jadi, ayo ubah persepsimu mengenai esports. 

Kalau dilihat dari sisi keuangan, esports memang tidak memiliki pendapatan yang lebih besar dibandingkan dengan olahraga tradisional. Namun, industri esports sedang berkembang dengan pesat, bahkan pembayaran, penghargaan turnamen, dan sponsor tumbuh setiap hari. Atlet olahraga tradisional terkemuka seperti Michael Jordan, Rick Fox, dan Christian Fuchs pun berminat untuk mendukung dan mengembangkan industri esports akibat melihat potensinya.

olimpiade 2020 2johancruyffinstitute

 

Apakah esports punya tempat di Olimpiade? Menurut kami, semua hanya masalah waktu saja sampai esports dapat bergabung menjadi cabang olahraga di Olimpiade sebab esports sendiri sudah mulai menjadi olahraga yang sah. Beberapa tim olahraga tradisional saja memiliki tim esports sendiri. Contohnya Golden State Warriors yang memiliki tim Golden Guardians League of Legends, lalu ada Houston Rockets yang merupakan salah satu pemilik dari Clutch Gaming.

So, bagaimana menurutmu sobat gamers? Apakah esports layak menjadi bagian dari Olimpiade? 

Tags:

Share post:

Add Comments
Silahkan Anda Login Terlebih Dahulu
Comments