Review Razer Blackshark V2, Headset Gaming yang Tetap Asyik untuk Musik

Razer Blackshark V2 thumb

Razer Blackshark V2 hadir sebagai salah satu headset andalan dari Razer di 2020 ini. Sebagai pembaruan dari sang kakak, Razer Blackshark yang dirilis 2012 lalu, Blackshark V2 pastinya menawarkan suatu paket yang akan sulit untuk ditolak para gamers.

Jika berbicara soal gaming gear, sulit rasanya kalau kita enggak mengingat brand yang satu ini, termasuk untuk headset gaming. Razer Blackshark V2 juga hadir membawa gaya desain khas Razer. Kelihatannya simpel, tapi headset ini punya dimensi yang cukup besar dan kokoh.

Nah, setelah menjajal headset terbaru dari Razer ini, kami akan menceritakan kepada Sobat Gamers bagaimana pengalamannya.

Terlihat Simpel Tanpa Banyak Pernik

Razer Blackshark V2 thum

Dari segi desain Razer Blackshark V2 terlihat cukup simpel untuk sebuah headset gaming terutama untuk sebuah “Razer”. Bahkan, Blackshark V2 lebih terlihat seperti headset normal dengan logo Razer di earcup-nya.

Razer Blackshark V2 menggunakan frame metal, headband-nya dibalut foam yang dilapisi bahan mesh dan aksen bernuansa kulit di bagian atas headband bertuliskan Razer. Bentuknya semakin berkarakter lewat earcup berbentuk lonjong yang cukup besar.

Di earcup kiri, terdapat pengaturan volume dan sebuah tombol mute microphone, serta tak lupa jack 3,5 mm untuk microphone. Microphone dari Razer Blackshark V2 juga bersifat layaknya add-on yang bisa kalian lepas kalau enggak dibutuhkan.

Sebenarnya, ada satu hal yang lumayan mengganggu, yaitu kabel di antara earcup dan headband yang terekspos begitu saja. Akan lebih nyaman jika Razer mampu mengakali kabel ini supaya tidak terekspos seperti kebanyakan headset gaming.

Besar dan Bikin Nyaman

Razer Blackshark V2

Bentuk dari headset Razer Blackshark ini memang cukup besar. Namun, ketika kalian memakainya, kami yakin kalian pasti akan langsung menyukainya. Foam yang ada di setiap sudut dari Blackshark V2 ini memberikan kenyamanan maksimal bagi para pengguna.

Meski besar, Blackshark V2 juga memiliki bobot yang terbilang ringan untuk ukuran headset gaming. Earcup-nya yang juga besar pun mencakup telinga dengan sempurna. Sobat Gamers enggak bakal merasakan pegal ataupun panas di telinga saat menggunakan headset ini. Makanya, Razer Blackshark 2 bisa dibilang menjadi salah satu headset gaming ternyaman.

Block Suara dari Sekelilingmu

Razer Blackshark V2_1

Enak dipakai, tapi bagaimana dengan kekedapan suaranya? Meskipun hadir tanpa fitur Active Noise Cancelling seperti yang dimiliki Razer Opus, headset ini punya kekedapan suara yang luar biasa. 

Lagi-lagi, Blackshark V2 mampu membuat kami terpukau, kekedapannya sukses menghalau noise dari suara-suara yang tidak diinginkan. Kalau pas mabar ada teman di samping kalian yang berisik, dijamin Blackshark ampuh menghalau suara mereka.

Lebih dari itu. Kekedapan di Blackshark V2 lebih baik daripada headset dengan ANC, terutama untuk suara keras yang tidak disengaja. Misalnya saja tangisan bayi atau suara knalpot balapan liar di jalan depan rumah. Terima kasih kepada bentuk, ukuran, serta ketebalan foam di earcup.

THX Spatial Audio Mengubah Segalanya

Bagaimana pengalaman bermain game dengan Blackshark V2? Tentunya sebagai headset gaming, Blackshark V2 memiliki kelebihan di sini. Bisa dibilang, kemampuan sebenarnya dari headset ini baru akan keluar ketika dipakai bermain game.

Untuk pemakaian di laptop/PCm, selama Sobat Gamers memakai USB soundcard yang diberikan dalam paket penjualan, kalian akan dapat mengaktifkan fitur-fitur di Razer Synapse 3.

Razer Synapse 3 sendiri merupakan software khusus dari Razer. Dengan software ini, para pengguna dapat mengatur perangkat Razer mereka dari hal yang sepele hingga yang paling penting.

Untuk headset Blackshark V2 kalian juga mempunyai banyak keleluasaan di Razer Synapse 3. Mulai dari Bass Boost, THX Spatial Audio, hingga Hyperclear Cardioid Mic, semuanya dapat menambah asyik pengalaman kalian dalam bermain game.

Razer Blackshark V2_31

Ada beberapa game yang kami gunakan untuk mencoba game ini, Sob. Pertama kami menggunakannya untuk bermain Valorant. Jika mode THX Competitive Mode diaktifkan, Sobat Gamers akan dimanjakan dengan detail suara dari headset ini. Mulai dari suara langkah kaki hingga suara peluru, semua bisa diinterpretasikan dengan baik oleh Blackshark V2.

Lalu, kami juga coba menggunakannya untuk bermain game PES 2020. Nyatanya, suara yang keluar terdengar lebih dinamis. Paling menarik, suara penonton jadi terdengar lebih nyata, seakan-akan kita sedang berlaga di lapangan sepak bola.

Sayangnya, dinamika ini enggak mendukung untuk pengalaman game mobile. Yap, tanpa USB Sound Card dan Razer Synapse, pengalaman yang diberikan oleh Blackshark V2 bahkan tidak sebaik earphone sekelas dengan harga di bawahnya.

Contohnya saja di game PUBG Mobile. Kami merasa headset ini gagal untuk menggambarkan dari mana lawan berasal. Suara langkah dari arah satu terdengar cenderung sama dengan arah lainnya. Mungkin sebabnya adalah performa bass yang kurang ketika digunakan untuk perangkat mobile

Faktor lainnya, ada impedansi (hambatan daya) yang tinggi sehingga suaranya tidak terlalu keluar ketika digunakan di perangkat mobile. Sebagai catatan, Razer Blackshark V2 punya impedansi 32 Ohm. Ukuran ideal untuk perangkat mobile adalah 20 Ohm. 

Gaming Gahar, Musik Juga Oke

Yang paling mengejutkan dari headset gaming satu ini adalah kualitas suara. Jika Sobat Gamers semua berpikir headset ini memiliki kualitas suara seperti headset gaming lain di kelasnya, kalian semua akan terkejutnya kayak kami.

Blackshark V2 punya kualitas suara yang sangat baik, berbeda dengan kebanyakan headset gaming yang punya bass berlebihan. Ini membuat Razer Blackshark V2 jadi salah satu dari sedikit headset gaming yang juga asyik digunakan untuk mendengarkan musik.

Semuanya terasa pas di Razer Blackshark V2 ini, mulai dari Low (Bass), Mid (Vocal), hingga High (Treble). Bass dari Razer Blackshark V2 ini cukup mumpuni tapi tidak sampai menutupi Vocal maupun Treble. Vocal-nya sedikit mundur, dengan High yang tidak terlalu menusuk. Karakter suara seperti ini sering disebut V-Shape.

Dengan karakter V-Shape, seharusnya Razer Blackshark asyik digunakan untuk mendengarkan berbagai genre musik. Cukup disayangkan, ketika pengaturan default, suara dari Blackshark ini terasa seperti tertahan oleh lapisan tipis di layer pertamanya.

Untuk mengubah pengaturannya Sobat Gamers tinggal masuk ke Razer Synapse 3 dan pilih mode selain mode default. Sayangnya pengaturan ini hanya bisa diakses para pengguna PC. Untuk kalian yang menggunakan perangkat mobile tampaknya kalian harus lebih bersabar, Sob.

Untuk mic dari Razer Blackshark, kami tidak menemukan sesuatu yang spesial. Meskipun ada label Hyperclear Cardioid Mic, pengalaman yang diberikan tetap biasa saja.

Jadi, Worth It-kah?

Razer Blackshark V2 merupakan earphone yang cocok bagi kalian yang suka memakai headset berlama-lama, baik untuk bermain game maupun mendengarkan musik khususnya di perangkat komputer dan laptop.

Selain kualitas suara, beratnya yang ringan dan kenyamanan yang diberikan merupakan nilai plus lain dari headset Razer ini. Razer Blackshark V2 juga punya kompatibilitas di konsol-konsol gaming lain seperti XBox, PS4, dan Nintendo Switch.

Kekurangannya adalah jika kalian penyuka mobile gaming tampaknya Razer Blackshark V2 ini bukan pilihan yang tepat, impedansi yang tinggi membuat headset ini kurang perform jika digunakan di perangkat mobile.

Pro:

  • Nyaman dipakai berlama-lama
  • Tetap asyik ketika mendengarkan musik
  • Kustomisasi via software Razer Synapse 3

Cons:

  • Kualitas microphone masih biasa saja, tidak ada yang spesial
  • Tidak memiliki LED RGB
  • Setting-an hanya bisa default

Untuk dapat meminang headset gaming Razer Blackshark V2 ini dan segala kelebihan yang ditawarkannya, kalian hanya harus mengeluarkan sekitar Rp1,7 juta. Relatif murah kan, Sob? Bila dibandingkan dengan experience dan nama besar Razer yang ditawarkannya, jelas headset ini punya daya tarik yang sulit ditolak.

Bagi Sobat Gamers yang tertarik untuk membeli headset gaming Razer yang satu ini, bisa langsung cek ke e-commerce dan official store dari Razer.

. . .

Begitulah kira-kira ulasan kami seputar salah satu 'senjata' Razer di tahun 2020 ini, Razer Blackshark V2. Nah, mau tahu produk gaming lainnya yang keren-keren? Tunggu aja review gaming gear berikutnya hanya di INDOESPORTS!


Tags:

Apa menurut kamu Artikel ini keren?

Share artikel ini ke teman-teman kamu juga ;)

Beri Komentar
Silahkan melakukan login terlebih dahulu

0 Komentar
5