Review Omega Legends, Battle Royale Baru Calon Pesaing Kuat Free Fire (FF)!

Omega Legends

Omega Legends menjadi game battle royale mobile yang cukup diwaspadai di awal tahun 2021 ini. Dirilis pada pertengahan Januari, tepatnya 15 Januari 2021 untuk Indonesia dan 18 Januari 2021 untuk beberapa negara Asia Tenggara lainnya, game ini digadang-gadang menjadi calon pesaing kuat Free Fire (FF). Enggak percaya?

Game besutan IGG ini terbilang cukup sukses. Baru sekitar satu bulan dirilis, Omega Legends langsung berada di posisi 5 game paling populer di PlayStore di bawah Free Fire dan Mobile Legends.

Alih-alih bersaing dengan PUBG Mobile, Omega Legends tampaknya lebih memilih untuk berjalan ke arah yang sama dengan Free Fire (FF) dengan gameplay yang lebih ringan dan menyenangkan.

Buat Sobat Gamers tercinta penggemar game battle royale, INDOESPORTS beberkan deh bagaimana keseruan memainkan Omega Legends!

Omega Legends, Cocok buat HP Kentang

Omega Legends Map
Omega Legends Map

Karena berjalan ke arah yang sama, Omega Legends jelas punya beberapa kesamaan dengan Free Fire (FF). Yang pertama adalah kualitas grafis, kualitas grafis dari game ini bisa dibilang berada di kelas yang sama. Keduanya sama-sama enggak menyajikan grafis yang realistis dan tajam, melainkan grafik seperti animasi yang cukup menarik mata.

Nah, kelebihan dari grafis semacam ini tentunya adalah pemain tidak membutuhkan HP dengan spesifikasi tinggi untuk menjalankan Omega Legends. Game ini bisa berjalan dengan sangat baik di HP entry level saat ini.

Meski begitu, Omega Legends punya kelebihan. Game besutan IGG ini tampak mencoba memberikan grafis yang sedikit lebih baik dibandingkan Free Fire (FF) sebagai pesaing terdekatnya. Shadow yang muncul di Omega Legends terlihat lebih konsisten.

Mulai dari jatuhnya cahaya, hingga kalian bisa melihat bayangan semua pemain ketika fitur shadow-nya kalian aktifkan. Sedangkan, Free Fire (FF) kurang konsisten dari segi shadow ini. Selain itu kalian juga bisa menikmati transisi dari siang ke malam dan malam ke siang di Omega Legends.

Meski begitu, untuk detail karakter, menurut kami sih Omega Legends masih berada di bawah Free Fire. Karakternya terlihat jauh lebih flat dibandingkan karakter game dengan ciri khas slogan Booyah tersebut.

Selain itu, tidak hadirnya fitur Gyro juga menjadi gambaran yang jelas bahwa Omega Legends memang punya target pasar yang sama dengan Free Fire (FF), yaitu anak-anak hingga remaja yang punya HP dengan spesifikasi yang tidak seberapa atau biasa disebut HP kentang.

Meski begitu, kalian yang kecewa dengan senjata di Free Fire (FF) akan senang ketika mencoba game Omega Legends. Kalian akan mendapati efek Recoil dan suara yang lebih realistis di Omega Legends.

Gameplay Menyenangkan dengan Tema Futuristis

Omega Legends Karakter
Omega Legends Karakter

Untuk urusan gameplay, kami bisa saja bilang Omega Legends berhasil 'menghancurkan' Free Fire (FF). Sama-sama menghadirkan pertandingan yang ringan dengan berbagai skill dari tiap karakternya, Omega Legends tetap berhasil tampil stand out dengan tema futuristisnya.

Terlebih lagi, jumlah peserta dalam satu map Omega Legends bisa mencapai 100 orang! Lebih banyak dua kali lipat dibandingkan Free Fire (FF) yang hanya bisa mengakomodasi 50 orang pemain dalam satu map.

Ada satu fitur seru juga nih di dalam peta Omega Legends. Di tengah pertandingan, kalian bisa menemukan portal yang akan memindahkan kalian dari satu tempat ke tempat lainnya. Ini yang tidak akan kalian temukan di game battle royale lainnya.

Omega Legends Skin
Omega Legends Skin

Utility yang tersedia juga termasuk beragam, mulai dari berbagai macam granat hingga shield dapat kalian temukan di game ini. Kalian juga bisa menggunakan roket untuk berjalan lebih cepat ataupun melompat lebih tinggi.

Sayangnya, untuk saat ini Omega Legends masih belum bisa menggunakan kendaraan seperti mobil ataupun sepeda motor. Mungkin ke depannya fungsi ini akan dimasukkan oleh pihak developer untuk menambah keseruan permainan.

Kekurangan Omega Legends

Sebagai game pendatang baru, jelas Omega Legends tidak terlahir tanpa kekurangan. Game dari IGG ini masih punya beberapa hal yang mengganjal, khususnya buat para pemain game battle royale.

Omega Legends Lobby
Omega Legends Lobby

Pertama adalah tampilan lobby dari game ini yang terkesan masih terlalu kaku dan terlihat lebih ke arah game strategi dan bukan game shooter ataupun battle royale. Coba saja bandingkan dengan Free Fire ataupun PUBG Mobile, Omega Legends seperti berada di genre game yang berbeda.

Selain lobby, hal mengganjal lainnya juga kami alami di halaman Battle Pass. Pada halaman ini, kami merasa Omega Legends terlalu memaksakan untuk memasukan teks yang panjang. Yap, halaman ini sangat padat dengan tulisan.

Omega Legends Drop Zone
Omega Legends Drop Zone

Hal serupa juga kami temukan ketika turun dari pesawat. Kalian akan melihat daratan atau tempat mendarat yang kalian tuju, bertuliskan nama tempat tersebut dengan ukuran yang cukup besar dan mengganggu. Kami merasa akan lebih baik jika tulisan seperti ini diletakkan di mini map, bukan di layar utama para pemain.

Meskipun tergolong minor, kekurangan-kekurangan tadi cukup mengganjal bagi sebagian pemain, termasuk kami. INDOESPORTS berharap ke depannya akan ada improvement yang dilakukan IGG untuk menambah nilai jual dari game terbaru mereka ini.

. . .

Apakah Sobat Gamers sudah coba sendiri memainkan Omega Legends? Coba dong kasih tahu di kolom komentar bagaimana pendapat kalian. Boleh setuju dengan kami, boleh enggak juga loh!

Segitu aja review kami kali ini mengenai game Omega Legends. Pantau terus informasi lainnya seputar game mobile hanya di INDOESPORTS!


Tags:

Apa menurut kamu Artikel ini keren?

Share artikel ini ke teman-teman kamu juga ;)

Beri Komentar
Silahkan melakukan login terlebih dahulu

0 Komentar