Kritik RRQ NextJacks Soal Pejabat Indonesia yang Pilih Kasih di Esports

Kritik NextJacks Soal Pejabat Indonesia yang Pilih Kasih

Sobat Gamers percaya, Indonesia sama sekali enggak kekurangan potensi emas dari bidang esports? RRQ NextJacks mengakui bahwa Indonesia memiliki segudang bakat dan prestasi di esports. Sayangnya, meski para pemain sudah berkali-kali mengharumkan nama bangsa ke kancah internasional, tak semua mendapatkan apresiasi dari pemerintah.

Hal inilah yang disoroti oleh NextJacks sebagai salah satu pro player senior di Indonesia. Lebih spesifik lagi, pemain dari tim RRQ Endeavour ini mengkritik sikap pemerintah yang menganakemaskan pemain dari game populer, misalnya Mobile Legends.

Bagaimana pandangan NextJacks lebih lanjut terkait apresiasi pemerintah terhadap prestasi pro player?

Prestasi Dikalahkan Popularitas

NextJacks Ceritakan Transisi RRQ Endeavour dari CODM hingga Valorant (2)

Tak sedikit pro player yang sudah sampai ke luar negeri membanggakan nama bangsa Indonesia. Di benak kalian pasti sudah terbayang beberapa nama, misalnya saja Bigetron RA yang jadi juara dunia PUBG Mobile.

Atau kalian langsung ingat dengan Hansel ‘BnTeT’ yang tengah mengasah karier di esports Amerika. Bahkan, mungkin kalian langsung mengingat prestasi NextJacks bersama tim RRQ Endeavour-nya.

Bangga? Pastinya, dong!

Sayangnya, menurut NextJacks para pemain berbakat yang berprestasi sampai ke tingkatan global ini justru kurang diapresiasi negara asalnya. Hal ini dituturkan pemain yang bernama Yulius ini kepada tim INDOESPORTS pada satu kesempatan bincang-bincang.

“Yang dilihat pejabat-pejabat Indonesia ini cuma yang punya nama. Contoh, yang dipanggil cuma Jess No Limit, Lemon, anak-anak Mobile Legends. Padahal, di luar sana banyak player yang bawa nama Indonesia di kancah internasional, tapi enggak dianggap,” NextJacks menuturkan rasa kecewanya.

Bisa jadi, dewa sniper pada zamannya ini berbicara berdasarkan pengalaman dan pengamatannya. Sobat Gamers tahu sendiri lah, NextJacks dan tim Endeavour-nya ini sudah berapa lama berkecimpung di esports dan sampai ke mana saja.

Melalui cabang esports Point Blank, nama Indonesia pernah sangat disegani karena berhasil mengalahkan tim-tim terkuat di seluruh negara. Turnamen PBIC 2017 sukses mengangkat nama RRQ Endeavour di dunia internasional dan sayangnya, tak dapat sambutan dari pemerintah Indonesia.

Mobile Legends, "Anak Emas" Esports?

Kritik NextJacks Soal Pejabat Indonesia yang Pilih Kasih (1)

Mengingat di zaman keemasan RRQ Endeavour esports belum begitu diakui pemerintah, wajar saja para punggawa lama ini berharap para pemain saat ini mendapat treatment yang lebih berharga.

Apalagi, bidang ini sudah tak lagi dianggap negatif sejak diresmikan dan diakuinya esports sebagai salah satu cabang olahraga prestasi. Selain itu, esports pun jadi alternatif pendukung ekonomi kreatif. Lebih dianggap serius, setiap provinsi dan malah sudah menobatkan Pengurus Besar Esports daerah masing-masing.

Pemerintah mulai menaruh harapan dan perhatian di bidang esports. Hanya beberapa pihak saja yang mendapat apresiasi, yaitu mereka yang punya popularitas lebih, khususnya player Mobile Legends, seperti yang dikatakan NextJacks. Apalagi sejak di Indonesia game mobile MOBA begitu digandrungi dan memiliki massa terbanyak.

Berkaca dari dua turnamen terbesar besutan pemerintah, seperti Piala Presiden dan Menpora, Sobat Gamers juga bisa langsung melihat bedanya. Turnamen sebesar Piala Presiden memperlombakan game Free Fire, Mobile Legends, PES 2020, dan Ultra Space Battle Brawl. Kemudian Piala Menpora sudah jelas, hanya game Mobile Legends saja.

Lagi-lagi Mobile Legends. Memang game ini luar biasa populer.

Perlu diakui bahwa prestasi anak-anak dari game MOBA Mobile Legends gemilang. Mungkin Sobat Gamers juga bakal berpikir, kalau pemain game Moonton ini lebih beruntung aja. Soalnya di negeri ini game MOBA inilah yang tenar. Sangat disayangkan, pemerintah tak bersikap adil. Perlakuan yang sama tak didapatkan oleh pemain dan tim yang sudah berperang di tingkat global.

NextJacks merasa tak akan cukup jika hanya pro player punya nama saja yang diapresiasi. Padahal di luar negeri sana ada banyak pemuda Indonesia berprestasi yang sukses membuat nama Indonesia diakui oleh masyarakat dunia.

'Indonesia Masih Begini'

Game Pemersatu Bangsa, Pendapat RRQ NextJacks Tentang Esports Valorant 3

Seharusnya sih, pemerintah bisa lebih adil. Jika bicara soal prestasi, para pemain yang berkompetisi di luar negeri ini juga sudah mendapat publikasi dan ketenaran. Memang, untuk beberapa game, seperti CSGO atau CODM massanya berbanding jauh sekali. Di saat seperti inilah pemerintah bisa mengambil sikap.

Pertanyaannya, apakah pemerintah benar-benar sudah siap?

Soalnya, di SEA Games 2020 lalu saja sempat terjadi kisruh mengenai distribusi hadiah untuk pemain dengan IESPA. Penggemar dari masing-masing pemain yang tak terima pun akhirnya meramaikan kesalahpahaman ini. Permasalah yang masih mencakup turnamen satu regional saja pemerintah masih kesulitan. Jika menyangkut dan mengurusi turnamen global, hmm... Sobat Gamers bisa bayangkan sendiri.

Esports Indonesia memang harus lebih banyak belajar. Semua orang berharap agar industri ini berkembang dan semakin matang sebab banyak orang yang menggantungkan hidup di bidang esports. Para pro player khususnya, apalagi profesi inilah yang konon umurnya paling pendek.

“Indonesia ‘kan masih begini. Di luar negeri itu, mereka sebagai gamers benar-benar dihargai. Juga bisa jadi sebuah profesi yang menghasilkan, bisa menghidupi keluarganya, diapresiasi sama negaranya. Di Indonesia? Ya, udah,” ujar Nextjacks sembari tertawa miris.

Pemerintah masih punya segudang PR, di esports ini khususnya. Semua pihak berharap agar esports Indonesia semakin matang dan dewasa. Meski belum bisa mengurusi tim dan turnamen, setidaknya sesimpel mengapresiasi kerja keras anak-anak bangsa yang berprestasi.

Para pemain harus terus disemangati meski menang atau berprestasi di cabang esports yang tak sepopuler Mobile Legends. Kritik ‘sang Dewa AWP’ soal sikap tak adil pemerintah ini pun turut ditanggapi oleh Sobat Gamers penggemar.

  • “Bigetron juga enggak dianggap, padahal udah dua kali juara dunia.” - @pedjarafsanjani1.
  • “Iya min, bahkan top 5 pemain esports terkaya di Indonesia (BnTeT, Luxxy, Zuxxy, Ryzen, Xccurate) jarang dilirik pemerintah.” - @iamparazel_.
  • “Dilihat dari sponsor terbanyak sih, sekarang Mobile Legends ‘kan lagi banyak banget perputaran duitnya dibanding game lain di Indonesia. Mungkin PUBG Mobile juga banyak, ya. Cuma pejabatnya aja enggak nyampe buat ngerti PUBG.” - @whyhrw.
  • “Permasalahannya, para pejabat tahu dan melek esports sejak era Mobile Legends meledak. Sedangkan para pejabat yang menaungi esports background mereka bukan dari esports, jadi enggak tahu banyak tentang esports. Itu sebabnya kenapa lebih banyak player MLBB yang lebih beruntung dari player game lain yang sebenarnya secara prestasi mereka lebih besar.” - @ruben_rubenan.
  • “Pas zaman Endeavour juga, esports belum dilirik sama sekali sih, sama pemerintah. Tapi semoga aja masukan NextJacks bisa didengar sama pejabat.” - @ahsannnasha.

Meskipun usia peresmiannya masih seumur jagung, tapi banyak pihak yang berharap atas tumbuh kembang esports di Indonesia. Semoga Indonesia bisa lebih baik lagi dari ini ya, Sobat Gamers. 

Terlebih lagi, semoga esports figure yang layak mendapat apresiasi lebih diperhatikan oleh pemerintah, agar semangat mereka semakin membara.

. . .

Nah, Sobat Gamers, bagaimanakah tanggapan kalian mengenai prestasi para pro player Indonesia? Setujukah bahwa esports Indonesia bukan hanya unggul di Mobile Legends? Kasih tahu pendapat kalian di kolom komentar. Jangan lupa juga cek informasi menarik lainnya mengenai esports dan game di website INDOESPORTS.


Tags:

Apa menurut kamu Artikel ini keren?

Share artikel ini ke teman-teman kamu juga ;)

Beri Komentar
Silahkan melakukan login terlebih dahulu

0 Komentar
5