7 Turnamen Esports yang Kurang Beruntung di Masa Pandemi

7 Turnamen Esports yang Kurang Beruntung di Masa Pandemi

Pandemi Covid 19 yang terjadi di tahun 2020 menjadi salah satu peristiwa yang bersejarah di dunia esports karena mengacaukan banyak jadwal turnamen esports. Dampaknya bahkan sangat terasa di ekosistem esports yang memiliki agenda besar di tahun ini. Tak hanya satu, namun banyak turnamen Internasional yang harus dijadwalkan ulang bahkan terpaksa dibatalkan untuk mencegah penyebaran virus.

Esports memang industri yang banyak bergerak di bidang teknologi dan digital. Selama beberapa tahun terakhir esports Indonesia menerima treatment yang hampir serupa dengan olahraga-olahraga tradisional.

Menghadirkan penonton atau suporter di arena pertandingan dinilai mampu menambah nilai suatu turnamen, baik itu dari segi game, penyelenggara, pemain, bahkan bagi penontonnya sendiri. Penggemar esports kian bertambah, bakat-bakat dari anak muda pun bermunculan.

LoL 2020 (2)

Setelah berkembang pesat sejak tiga tahun terakhir, kemunculan virus corona memberikan banyak dampak yang sangat besar bagi industri esports. Tak hanya turnamen-turnamen minor, wabah ini bahkan memberikan kendala pada turnamen major dari beberapa judul game mobile maupun game PC.

Ada banyak turnamen esports yang berhasil bertahan dengan melakukan shifting digital, mereka akhirnya mengalihkan turnamen mereka menjadi turnamen online. Di antara banyaknya turnamen yang sukses shifting ke turnamen online, tetap ada turnamen esports yang tidak beruntung.

Turnamen-turnamen ini terpaksa diundur atau bahkan dibatalkan, berikut INDOESPORTS telah merangkum 7 turnamen esports yang tidak beruntung di masa pandemi.

1. ESL One Los Angeles 2020

ESL_One_Los_Angeles_2020

Parahnya kondisi pandemi Covid 19 di berbagai negara membuat Valve memutuskan untuk membatalkan deretan turnamen yang termasuk dalam gelaran Dota Pro Circuit (DPC). Turnamen DPC yang dibatalkan bukan hanya satu, melainkan 4 turnamen sekaligus yang terpaksa harus dibatalkan.

DPC pertama yang dibatalkan adalah ESL One Los Angeles 2020 yang harusnya digelar pada tanggal 15 Maret. Pengumuman pembatalan ESL One LA bahkan hanya 3 hari sebelum turnamen ini dimulai dan telah banyak tim yang datang ke Los Angeles.

2. OGA Dota PIT Minor 2020

Setelah ESL One Los Angeles 2020 yang merupakan turnamen major DPC di bulan April dibatalkan, berikutnya ada turnamen minor OGA Dota PIT Minor 2020, yang seharusnya digelar di Croatia pada bulan Mei. Turnamen ini pun bernasib sama dengan ESL One LA yang harus dibatalkan.

Sebenarnya pemenang dari turnamen ini akan diproyeksikan untuk maju ke ajang major dari DPC tepatnya Epicenter Major 2020. Selain tiket masuk ke turnamen major turnamen ini juga memiliki total hadiah 300 ribu US Dollar.

3. EPICENTER Major 2020

Seperti efek domino DPC tahun ini satu persatu bertumbangan setelah 2 turnamen sebelumnya dibatalkan karena pandemi, event DPC berikutnya EPICENTER Major 2020 pun juga ikut dibatalkan. Turnamen ini rencananya diselenggarakan bulan Mei di Rusia.

EPICENTER Major DPC Youtube estnn

Turnamen ini diikuti oleh 16 tim, termasuk juara dari ajang OGA Dota PIT Minor 2020. Dengan total hadiah 1 juta US Dollar dan 15 ribu Pro Circuit Points.

4. ONE Esports Singapore Major 2020

ONE Esports Singapore Major 2020 yang merupakan turnamen DPC terakhir tahun ini pun juga terpaksa harus dibatalkan karena pandemi yang semakin memburuk. Dota Pro Circuit terakhir ini harusnya diselenggarakan pada bulan Juni.

Dengan dibatalkannya 4 turnamen DPC, ekosistem Dota 2 pun sangat terganggu. Bahkan Valve pun menyadari carut marutnya Dota Pro Circuit mereka tahun ini dan mencoba menyusun strategi untuk mempertahankan ekosistem Dota 2.

5. The International 10

dota 2 the international ti 2019

Berikutnya ada turnamen Dota 2 terbesar yang harusnya digelar tahun 2020, The International 10. Kondisi pandemi dan carut marutnya level kompetisi di bawahnya, yaitu Dota Pro Circuit (DPC) pastinya mengganggu perhelatan turnamen yang dinobatkan sebagai turnamen dengan hadiah terbesar ini.

The International 10 diundur penyelenggaraannya ke awal tahun 2021. Ditundanya turnamen ini tampaknya juga membuat Valve lebih leluasa dalam menggalang dana Prize Pool The International 10.

6. ESL One Rio

ESL One Rio merupakan salah satu turnamen major Counter Strike: Global Offensive (CS:GO) yang diselenggarakan pada 9 sampai 22 November. Turnamen ini berhadiah total 2 juta US Dollar yang akan diperebutkan oleh 24 tim.

Turnamen ini awalnya dijadwalkan akan digelar pada bulan maret dan menjadi turnamen major CS:GO pertama di tahun 2020. Namun meningkat pesatnya kasus Covid 19 di Brazil membuat turnamen ini diundur. Namun kondisi pandemi yang tidak kunjung membaik di Brazil membuat Acara ini dibatalkan.

7. MSC 2020

msc 2020 mobile legends ggwp id

Mobile Legends Bang Bang Southeast Cup atau MSC 2020, awalnya turnamen ini akan dilaksanakan pada 12 hingga 14 Juni 2020 yang akan dilakukan di Filipina. Karena pandemi virus corona, pelaksanaan offline tidak mungkin untuk dilakukan.

Sementara itu, ping atau koneksi internet di setiap negara itu berbeda-beda. Jika sudah demikian, pertandingan tidak akan berlangsung secara fair apabila diadakan dengan sistem online. Karena turnamen sudah tidak mungkin dilakukan secara online maupun offline, maka Moonton resmi membatalkan MSC 2020.

Itulah 7 turnamen yang tidak seberuntung beberapa kompetisi lain yang sukses dengan shifting digitalnya. Sebenarnya ada lebih banyak turnamen yang tidak beruntung namun nampaknya 7 turnamen ini lah yang paling layak untuk masuk ke dalam list dari kami. Tetap pantau terus berita seputar esports hanya di INDOESPORTS.




Tags:

Apa menurut kamu Artikel ini keren?

Share artikel ini ke teman-teman kamu juga ;)

Beri Komentar
Silahkan melakukan login terlebih dahulu

0 Komentar