5 Tim Esports Besar yang Pernah Tersandung Masalah Doping

Doping

Esports saat ini sudah dianggap sebagai salah satu cabang olahraga. Kepopuleran esports pun perlahan mulai merangkak naik, khususnya di masa pandemi seperti sekarang ini. Di saat olahraga lain harus dihentikan, turnamen esports masih bisa dilangsungkan dengan sistem online.

Meskipun esports tidak menggunakan tenaga atau otot sebesar olahraga lainnya, siapa sangka kasus doping ternyata juga terjadi di esports. Tidak tanggung-tanggung, beberapa tim besar diperkirakan menggunakan doping ketika mengikuti turnamen.

Dalam dunia olahraga, doping merujuk pada penggunaan obat peningkat performa oleh para atlet. Tujuannya tentu saja untuk meningkatkan performa serta prestasi atlet ataupun tim tersebut. 

Mirisnya lagi ada salah satu pengembang yang justru seperti melindungi penggunaan doping ini. Mereka justru mencabut dukungan terhadap turnamen major yang memberlakukan tes doping terhadap para pesertanya.

Dari sekian banyak kasus ternyata ada 5 tim berstatus raksasa di esports yang pernah terindikasi menggunakan doping. Siapa sajakah mereka?

Virtus.Pro

virtus pro logo

Pertama ada Virtus.Pro, tim berlogo beruang kutub asal Rusia ini mengundurkan diri dari Galaxy Battles II Filipina. Mereka memutuskan untuk tidak datang ke Filipina setelah pihak panitia mewajibkan seluruh pesertanya untuk di test terkait penggunaan obat-obatan dan doping.

Hal ini tentunya menimbulkan banyak spekulasi terhadap salah satu tim raksasa ini. Banyak yg berpendapat bahwa Valve sebenarnya sudah tahu bahwa beberapa tim besar menggunakan doping demi meningkatkan performa mereka namun pihak Valve justru menutup mata.

Team Secret

Team asal Eropa yang dibentuk oleh pecahan tim NAVI, Fnatic dan Alliance ini juga melakukan hal serupa setelah diumumkannya peraturan wajib test doping di Galaxy Battle II tahun 2018 silam.

Mereka memutuskan tidak datang ke Filipina. Mundurnya tim-tim besar asal Eropa ini pun mejadi pukulan tersendiri bagi Valve.

Team Liquid

dota-2-team-logo-png-2

Team Liquid menjadi tim besar ketiga yang undur diri dari Galaxy Battle II yang diadakan di Filipina. Tim asal Belanda ini juga mundur setelah diumumkannya peraturan test doping, sebuah kebetulan yang sangat tidak diduga ya, Sob!

OpTic Gaming

Berikutnya ada tim asal Amerika yang Divisi Dota 2 nya terakhir aktif pada tahun 2018, OpTic Gaming. Tim ini juga melakukan hal yang sama dengan VP, TS dan Team Liquid. Seperti kita ketahui bahwa di Amerika, obat untuk meningkatkan konsentrasi merupakan hal yang legal dan banyak atlet esports menggunakannya.

Untuk menjaga mukanya setelah banyak tim raksasa yang menolak untuk hadir di Galaxy Battles II Filipina, Valve mencabut dukungannya terhadap Galaxy Battles II. Dengan begitu status DPC Gallaxy Batlles II pun hangus.

Cloud9

Semphis cloud9

Terakhir ada tim CS:GO raksasa dari Amerika, Cloud9. Mantan pemain Cloud9, Semphis mengatakan dalam sebuah interview bahwa seluruh pemain Cloud9 menggunakan doping dalam gelaran ESL ONE Katowice 2015.

. . .

Itu dia 5 tim berstatus raksasa di esports yang pernah terindikasi menggunakan doping. Masalah doping ini memang menjadi masalah yang cukup serius di bidang olahraga. Semoga saja ke depannya masalah doping ini dapat diatasi dengan baik dan bijak.

Nah, Sobat Gamers, pantau terus berita lainnya seputar esports hanya di INDOESPORTS!


Tags:

Apa menurut kamu Artikel ini keren?

Share artikel ini ke teman-teman kamu juga ;)

Beri Komentar
Silahkan melakukan login terlebih dahulu

0 Komentar