Kegelisahan Donkey tentang Hak Atlet Esports: Belum Fair!

Kegelisahan Donkey tentang Hak Atlet Esports, Belum Fair

Esports enggak semata soal turnamen dan tanding doang, Sobat Gamers. Lebih dari itu, esports adalah cabang olahraga yang melibatkan banyak pihak, salah duanya adalah atlet dan tim esports. Alhasil, pengadaan kontrak kerja atlet esports yang profesional pun perlu diperhatikan.

Kontrak ini berisi klausul yang mengatur hukum antara pemain dan tim yang menaunginya. Sayangnya,  ikatan kontrak di dunia esports Indonesia masih sering merugikan pihak pro player. Ini pun jadi kontroversi yang masih belum menemukan solusi.

Pasalnya, bidang esports belum menemukan landasan yang sah dan jelas. Salah satu esports figure yang terang-terangan membahas perkara ini adalah mantan pemain EVOS Legends, Yurino Donkey.

Salah satu punggawa Geng Kapak ini angkat suara melalui postingan Instagram Stories pribadi miliknya (26/5). Donkey membandingkan klausul pemain sepak bola yang sudah mendapat hak mereka secara adil dengan tim esports yang belum.

Donkey

“Di sepak bola, pemain sudah mendapatkan haknya dengan fair. Jika tahun depan kontraknya habis, saat tidak ada kesepakatan pemain bebas gabung ke tim manapun. Sedangkan di esports Indonesia, banyak talent atau player yang dibodohi dengan klausul ‘kontrak habis enggak boleh ke mana-mana’ untuk jangka waktu panjang,” ungkap Donkey.

Mungkin Sobat Gamers bingung, kenapa olahraga sepak bola yang dijadikan Yurino sebagai perbandingan. Kalau kalian ingat sih, esports Indonesia emang udah dapat treatment ala olahraga tersebut.

“Yang gua bahas klausul ya. Kalau potongan-potongan di esports (stream, hadiah, dan lainnya) itu masih lumrah. Yang enggak lumrah itu klausul-klausul enggak manusiawi yang enggak bisa dijabarin satu-satu,” papar Donkey, menekankan.

Sebenarnya agak sulit memahami secara jelas soal apa saja poin tak manusiawi yang dimaksud oleh Yurino. Tapi setidaknya, Sobat Gamers udah dapat gambaran bahwa ternyata pro player enggak dibolehin cabut dari tim semuda itu.

Menurut Donkey, hak player belum benar-benar dilindungi karena belum ada super agent seperti pada sepak bola. ‘Orangtua’ satu ini berharap sistem olahraga sepak bola bisa jadi tolak ukur agar pemain dan manajemen bisa mengedepankan profesionalitas.

Hmm, bagaimana menurut Sobat Gamers mengenai hal ini? Kalian setuju dengan Donkey atau ada pandangan lain? Kasih tahu pendapat kalian di kolom komentar ya!

Apa pun opini Sobat Gamers, dukung terus perjuangan atlet esports Indonesia dan terus nyalakan semangat #INDOPRIDE kalian. Ikuti kisah mereka hanya di INDOESPORTS!


Tags:

Apa menurut kamu Artikel ini keren?

Share artikel ini ke teman-teman kamu juga ;)

Beri Komentar
Silahkan melakukan login terlebih dahulu

0 Komentar