RRQ VS EVOS, Rivalitas atau Drama Belaka?

VS (1)

Rex Regum Qeon dan EVOS merupakan dua tim esports terpopuler di Indonesia. Setiap kali kedua tim ini bertemu animo penonton sangat luar biasa. Semua itu dapat tergambar dari jumlah penonton pertandingan kedua tim yang selalu menjadi rekor tertinggi di kejuaraan tersebut.

Salah satu alasan utamanya mungkin kedua tim banyak diisi pemain yang sekaligus influencer. Mereka memiliki banyak pengikut di sosial media yang secara otomatis akan tertarik menonton pertandingan idolanya.

Di kubu RRQ ada nama Tuturu, Lemon dan juga Instinct, Vyn yang punya penggemar cukup banyak. Sementara EVOS juga tidak mau kalah dengan nama besar, seperti Jess No Limit, Oura, Donkey, Luminaire, wann.

Tidak heran jika setiap pertemuan kedua tim selalu dipadati penonton. Terlebih lagi pada kanal YouTube masing-masing anggotanya mereka memiliki setidaknya ratusan ribu hingga jutaan pengikut.

RRQ EVOS Legend MPL 5 Landunk Crew Youtube

Contohnya, Oura dan Jess No Limit. Kedua gamers ini punya pengikut yang luar biasa di YouTube mereka. Oura dengan 2,9 juta dan Jess No Limit dengan 17,3 juta pengikut. Selain pemain bintang, kedua tim pun terkenal memiliki basis penggemar yang sangat besar di indonesia.

Selain menarik bagi penonton pertandingan ini juga menarik bagi penyelenggara kejuaraan. Moonton selaku publisher game Mobile Legends: Bang Bang nampaknya melihat pertandingan ini sebagai peluang untuk mengangkat pamor kejuaraan yang mereka selenggarakan.

Dua pertemuan mereka pada playoff MPL Season 4 menjadi rekor penonton tertinggi di MPL Season 4. Setelahnya pertemuan kedua tim ini kembali menjadi rekor tertinggi pada ajang MLBB World Chamiponship. Bahkan hampir mencapai 5 kali lipat jumlah penonton rata-rata MLBB World Championship.

Dengan berkaca pada dua kompetisi ini nampaknya tak heran jika pihak publisher akhirnya menggunakan pertandingan ini sebagai gimmick atau drama bagi para penonton. Mengingat bahkan dalam esports internasional banyak yang menggunakan cara ini.

Terhitung setelah MLBB World Championship setiap kejuaraan Mobile Legends baik itu MPL maupun MDL di minggu pertama selalu dibuka dengan laga yang dijuluki El Classico ini.

Sebagai penggemar game kita jadi bertanya-tanya, apakah laga yang dijuluki El Classico ini benar-benar memiliki kualitas sebagai pertandingan besar, atau digaungkan hanya sekedar untuk menarik minat menonton dari penggemar.

Wizzking James Rocket RRQ Hoshi dailyspin

Sebenarnya hal ini cukup dimaklumi mengingat kedua tim merupakan tim yang memiliki basis penggemar paling besar di Indonesia. Disengaja atau tidak bertemunya kedua tim ini memang diakui mampu membawa atmosfir persaingan tersendiri dalam sebuah kejuaran.

Terbukti pada pertandingan final MPL Season 5 tahun 2020 dimana RRQ bertemu EVOS, jumlah penonton dari laga ini sungguh luar biasa. Pertandingan dari kedua tim mampu menarik perhatian lebih dari 1,1 juta orang.

Jika terus dibiarkan berlanjut seperti ini, kondisi ekosistem esports Indonesia tidak akan berkembang kedepannya. Karena publisher bebas mengeksploitasi pro player atau pun tim yang bertarung pada kejuaraannya. Pada akhirnya kondisinya akan mirip seperti sepak bola dan olahraga-olahraga lain di Indonesia.

Bagaimana menurut Sobat Gamers? Benar Rivalitas atau hanya Gimmick saja? Tetap ikuti berita lainnya hanya di INDOESPORTS.


Tags:

Apa menurut kamu Artikel ini keren?

Share artikel ini ke teman-teman kamu juga ;)

Beri Komentar
Silahkan melakukan login terlebih dahulu

0 Komentar