faker lol

5 Rekan Tim Terbaik Faker Sepanjang Masa


Halo, sobat gamer! Jangan lupa cek Youtube Channel INDOESPORTS ya. Ada video live stream turnamen esports setiap minggunya, dan informasi lain seputar esports. Ayo subscribe, like dan comment sekarang juga!


Tidak diragukan lagi jika ada banyak orang yang melihat SK Telecom T1 sebagai tim terbaik di League of Legends. Bagaimana tidak? Satu per satu turnamen dari kelas nasional hingga internasional terus dimenangkan oleh tim ini di beberapa tahun terakhir. Meskipun di tahun ini mereka tidak lolos ke Worlds, namun tidak ada satu pun tim seperti mereka yang mampu menjuarai Worlds sebanyak tiga kali.

Seluruh pencapaian gemilang itu tentu tidak lepas dari pemain-pemain di dalam tim. Terutamanya sang midlaner, Lee "Faker" Sang-hyeok yang setidaknya selama 4 tahun terakhir ini terus memberikan kontribusi kepada timnya tersebut. Belasan kali juara di Korea, dua kali juara di MSI, dan tiga kali juara di Worlds, merupakan hadiah terbesar Faker kepada SK Telecom T1.

Tahun depan akan menjadi tahun yang berbeda bagi SK Telecom T1 khususnya Faker. Sebelumnya, SK Telecom T1 sempat melepas beberapa pemain yang selama ini menjadi andalan mereka, kemudian menambahkan beberapa pemain baru yang akan jadi senjata untuk menghadapi musim baru kompetitif League of Legends di tahun 2019. Pemain-pemain baru yang didatangkan diantara lain Cho “Mata” Se-hyeong, Kim “Khan” Dong-ha, Kim “Crazy” Jae-hee, Kang “Haru” Min-seung, Kim “Clid” Tae-min, dan Park “Teddy” Jin-seong.

Sembari menantikan aksi pasukan baru SK Telecom T1 di tahun depan, rasanya akan sangat menarik untuk kita kembali mengingat pemain-pemain terbaik yang pernah menjadi rekan Faker selama ini. Tahun 2018 mungkin tahun terburuk SK Telecom T1, namun kita tidak boleh lupa bahwa dulunya Faker bersama pemain-pemain ini pernah merajai panggung kompetitif League of Legends.

Berikut ini pemain-pemain terbaik yang pernah menjadi rekan Faker di SK Telecom T1. Siapa saja mereka?

5 Wolf

Riot Games

Lee “Wolf” Jae-wan termasuk salah satu pemain yang sangat lama membantu Faker di SK Telecom T1. Mereka berdua bersama-sama memenangkan banyak turnamen bergengsi, sebut saja Worlds 2015, Worlds 2016, MSI 2016, dan MSI 2017. Belum lagi ditambah oleh juara-juara di Korea seperti LCK.

Selama mengisi posisi support di SK Telecom T1, Wolf sudah berkali-kali membawa timnya ini bangkit dari keterpurukan lewat permainan-permainannya yang brilian. Bahkan Wolf menjadi kunci kemenangan SK Telecom T1 di MSI 2017. Masih ingatkah kamu dengan permainan Wolf menggunakan Zyra yang berhasil membuat babak belur G2 Esports di final MSI 2017?

Secara teknis, Wolf bukanlah pemain dengan spesialisasi memberikan tekanan kepada lawan-lawannya. Ia juga terkenal tidak seagresif pemain support tim-tim lawan. Akan tetapi, Wolf mampu berpikir tenang di saat-saat kritis kemudian menciptakan permainan yang tidak terpikirkan oleh orang lain. Video di atas adalah salah satu momen terbaik Wolf di sepanjang karirnya bersama SK Telecom T1.

Saat ini, Wolf sudah keluar dari SK Telecom T1 dan meninggalkan Korea untuk bermain di tim asal Turki bernama Supermassive Esports. Posisi Wolf di SK Telecom T1 mungkin sudah tergantikan, namun permainannya akan terus diingat oleh para penggemarnya.

4 Impact

Riot Games

Sudah ada banyak sekali pemain yang meninggalkan SK Telecom T1 demi bayaran sekaligus popularitas yang lebih besar. Namun tidak ada banyak dari mereka yang berhasil melakukannya. Sepertinya, bermain bersama Faker membuat sebagian pemain terlihat jauh lebih baik entah itu dari segi kemampuan bermain maupun popularitas.

Salah satu kehilangan terbesar yang pernah dirasakan oleh SK Telecom T1 adalah sewaktu mereka melepaskan Jeong “Impact” Eon-yeong. Bersama SK Telecom T1, Impact pernah menjadi juara Worlds di tahun 2013, yang sekaligus membuatnya menjadi tenar dan mendapatkan tawaran dari banyak tim Amerika.

Bisa dibilang, Impact adalah salah satu pemain yang sangat cocok bermain bersama Faker. Bahkan hingga sekarang pun, meskipun sudah bertahun-tahun, sepertinya kedua pemain ini masih memiliki kecocokan yang lumayan besar. Impact adalah seorang pemain top laner yang mampu bermain di bawah tekanan, dia juga piawai dalam mengatasi lawan dengan permainan agresif. Gaya bermain seperti ini sama-sama dimiliki oleh Faker dan Impact.

Sejak ditinggal Impact, SK Telecom T1 terlihat sedikit kesulitan untuk mencari pemain yang benar-benar mampu mengisi posisi top lane sekaligus cocok dengan gaya permainan mereka.

3 MaRin

Riot Games

Kepergian Impact dari tim membuat SK Telecom T1 harus berkali-kali mengganti pemain top laner. Jang “MaRin” Gyeong-hwan adalah satu yang terbaik di antaranya, pria ini menjadi MVP di final Worlds 2015 berkat kehebatannya. Boleh saja Impact jago soal melakukan split push, tapi MaRin tampil sedikit lebih baik dengan menjadi shot caller utama di dalam tim.

Sewaktu berhadapan dengan KOO Tigers di final Worlds 2015, MaRin melancarkan sebuah strategi yang membuatnya terlihat egois. Dia terus memanggil Bengi yang waktu itu bermain di posisi jungler untuk melakukan gank ke top lane. Banyak yang menilai MaRin egois karena hal ini, namun tidak banyak yang tahu bahwa di balik semua ini terdapat sebuah strategi brilian. MaRin tahu lane mana yang harus diberikan tekanan.

Alhasil, SK Telecom T1 menjadi tidak terkalahkan dengan MaRin yang memimpin serangan. Mereka sukses taklukkan KOO Tigers dengan skor 3-1 dan menjuarai Worlds 2015. Tentu saja SK Telecom T1 sangat berharap top laner baru mereka, Khan, dapat melakukan seperti apa yang pernah dilakukan oleh MaRin.

2 Bang

Riot Games

Ada alasan mengapa SK Telecom T1 di beberapa tahun ini hampir tidak pernah mengganti pemain ADC. Bae “Bang” Jun-sik adalah alasannya, pemain yang bergabung ke dalam pasukan sejak tahun 2014 ini sukses menjalankan tanggung jawabnya sebagai penguasa lane bawah SK Telecom T1.

Permainan Bang memang cenderung naik turun, kadang dia bagus dan kadang dia ketinggalan. Ketika sedang bagus, Bang mampu bermain konsisten, dia bisa leluasa memberikan tekanan kepada lawan-lawannya. Sebaliknya, ada beberapa momen di mana dia terlihat kewalahan dan ketinggalan creep score. Akan tetapi, jika rekan-rekannya mampu menjaganya, Bang biasanya akan menjadi mesin pembunuh yang mengerikan.

Itu mengapa SK Telecom T1 selalu membawa permainan hingga ke late game. Sewaktu terjadi team fight, Bang mampu membuat dirinya seolah tidak terlihat oleh musuh. Dia selalu memposisikan dirinya sendiri di tempat yang strategis kemudian menumbangkan satu per satu musuhnya.

Sepanjang karirnya, Bang sudah mendapatkan 1000 kills di pertandingan profesional.

1 Bengi

Riot Games

Posisi pertama ditempati oleh pemain yang menjuluki dirinya sebagai "Tangan Kanan Sang Dewa". Siapa lagi jika bukan Bae “Bengi” Seong-Woong, mantan pemain jungler SK Telecom T1 yang mempunyai gelar Juara Worlds sebanyak Faker.

Bengi memutuskan untuk pensiun dari kompetitif League of Legends sejak dua tahun lalu. Dan dia mencatatkan banyak prestasi untuk SK Telecom T1. Bisa dibilang, dia adalah pemain yang paling sering menyelematkan SK Telecom T1 di saat-saat krusial.

Awal karir profesional Bengi dimulai sejak tahun 2013 bersama SK Telecom T1. Dia memulai semua itu sebagai seseorang yang kemampuannya sering dipertanyakan, lalu bertransformasi menjadi inspirasi banyak pemain jungler di zaman sekarang. Banyak hal yang dapat kita pelajari dari seorang Bengi, seperti bagaimana cara menguasai map tanpa harus menjadi carry utama, bagaimana cara berpikir tenang di saat-saat darurat, dan tentu saja, bagaimana cara menjadi rekan hidup seorang pemain midlaner sekelas Faker.

Well, Faker kerap bermain maksimal sewaktu dia didampingi oleh Faker. Semoga saja di waktu mendatang, Faker bisa menemukan seseorang seperti Bengi, dan harapan itu tentu kita tujukan kepada dua pemain baru SK Telecom T1, Clid dan Haru.

 


Ayo gabung dengan Komunitas Dota 2 dengan cara join di group facebook DOTA 2 ID.


Tags:

Share post:

Beri Komentar
Silahkan melakukan login terlebih dahulu

0 Komentar