Perhelatan Grand Final Free Fire Disinggung, Katanya Lebih Baik Digelar Dua Hari

GF FFIM

Perhelatan event Free Fire sedang ramai menjadi perbincangan oleh para penggemar scene kompetitif Free Fire serta para staf pelatih tim-tim ternama. Event Free Fire khususnya pada babak grand final baik nasional dan internasional yang umumnya digelar hanya satu hari.

Hal itu menjadi perdebatan dikalangan penggemar Free Fire, dimana salah satu pihak berpikir bahwa akan lebih baik babak grand final tersebut digelar selama dua hari atau tiga hari. Tetapi, secara harfiah namanya babak final hanya digelar dalam satu hari saja untuk efektifitas waktu.

Pendapat RRQ Legaeloth Tentang Grand Final Free Fire

RRQ Legaeloth Kazu

Perbincangan mengenai grand final free fire yang lebih baik diadakan dua hari atau tiga hari bermula dari pendapat IGL RRQ Kazu.

Dilansir dari podcast Empetalk yang dipandu oleh Jonathan Liandi, Legaeloth mengutarakan pendapatnya bahwa penyelenggara harus mempertimbangkan gelaran babak grand final tersebut.

“Kepada para pihak official, semoga di turnamen Free Fire selanjutnya Grand Final itu dibuat [digelar] dua hari, jangan hanya satu hari,” ujar Legaeloth kepada Jonathan.

Pendapat yang ia utarakan berdasarkan pengalamannya bersama bersama timnas Free Fire Indonesia yang berlaga dalam ajang SEA Games 2021 Vietnam di mana penyelenggaraan Grand Final digelar selama dua hari berturut-turut.

Terkait pendapat yang Legaeloth ucapkan membuat para pelatih ikut berpendapat. Perlu dicatat, para pelatih tidak menyalahkan pendapat sang kapten sama sekali melainkan hanya memberikan pendapat terkait apa yang telah mereka jalani selama ini.

Manay yang menjadi coach Evos Divine memberikan pendapatnya bahwa yang namanya grand final sudah baik dan sesuai digelar hanya dalam satu hari saja.

“Namanya FINAL, lebih setuju kalau diadakan satu hari. Bila ada jeda waktu untuk cooling-down, kurang enak esensinya bila disebut sebagai FINAL,” ujar Manay dikutip dari One Esport Indonesia.

Tapi, Manay lebih sepakat dengan pendapat Legaeloth bila babak play-ins yang diperpanjang agar lebih berkesan.

“Mungkin biar eventnya lebih panjang, bisa di fase play-ins-nya diubah menjadi grup dengan sistim liga agar momen event tersebut bisa lebih dinikmati. Kemudian, hal tersebut diakhiri dengan final yang hanya berlangsung 1 hari,” tambahnya.

Selanjutnya, Bang Fayad mengatakan bahwa lebih baik setiap tim berfokus pada peraturan yang sudah berlaku sebelumnya dan tidak memikirkan hal lainya.

“Lagi ramai nih obrolan tentang final, menurut saya sebaiknya kita berfokus pada basic kompetisinya dulu saja ya survivors, semoga nantinya kualitas event Free Fire Indonesia maupun dunia bisa menjadi lebih baik kedepannya,” ungkapnya.

Bagaimana pendapat kalian?


Tags:

Apa menurut kamu Artikel ini keren?

Share artikel ini ke teman-teman kamu juga ;)

Beri Komentar
Silahkan melakukan login terlebih dahulu

0 Komentar