image

Pakai Teknologi AR, Free Fire Asia 2019 Dapat Rekor Muri

Turnamen bergengsi se-Asia bertajuk Free Fire Asia Invitation telah selesai digelar beberapa waktu lalu. Tim asal Indonesia, Isle of Gods sudah keluar sebagai juara sekaligus mengukuhkan diri sebagai tim Free Fire terbaik se-Asia. Apa lagi yang tersisa dari turnamen ini?

DIlansir dari tempo, tak hanya tim asal Bali yang berhasil mengharumkan nama Indonesia, turnamen ini juga mencetak sejarahnya sendiri. Free Fire Asia Invitation 2019 juga mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia. Rekor MURI ini diberikan kepada Garena Indonesia sebagai penyelenggara dari turnamen Free Fire se-Asia ini.

fans of free fire facebookFans of Free Fire Facebook

Rekor MURI ini diperoleh karena turnamen ini berhasil mengaplikasikan teknologi canggih, yakni Augmented Reality atau yang sering disebut dengan teknologi AR. FFAI 2019 menjadi kompetisi game pertama yang menggunakan teknologi tersebut. Hal ini tentu bisa menjadi titik awal bahwa Indonesia juga bisa memakai teknologi canggih untuk kompetisi esports.

Pada pembukaan FFAI 2019, turnamen dibuka dengan penampilan pemain biola wanita yang didampingi dengan hologram pemain biola yang bersangkutan. Dengan begitu, di dalam layar tampak empat wanita yang bermain biola. Tak hanya itu, ada juga burung yang terbang bebas di atas arena kompetisi. Tentu burung tersebut tidak nyata. Semua pemandangan tersebut tercipta berkat teknologi AR.

Cristian Wihananto selaku Country Production Garena Indonesia pun mengungkapkan bahwa pihaknya selalu mengupayakan terobosan terbaru untuk mengembangkan game online di dalam negeri. Pada kompetisi kali ini, timnya pun menggunakan teknologi AR introductional sport production untuk memeriahkan acara. Teknologi tersebut diterapkan pada upacara pembukaan FFAI 2019.

fans of free fire facebook 1Fans of Free Fire Facebook

Pertunjukkan menakjubkan tersebut pun membuat Garena Indonesia kembali mendapatkan Rekor Muri. Ya, rekor ini adalah rekor kedua yang berhasil diraih oleh Garena Indonesia. Beberapa waktu lalu, Garena Indonesia juga sudah memperoleh rekor karena berhasil menyelenggarakan turnamen Free Fire dengan jumlah peserta terbanyak, yakni hingga 7.620. Rekor tersebut didapat pada bulan April 2019 lalu.

Meski terlihat mudah dan menakjubkan, ada beberapa kendala yang sempat dialami timnya ketika menggunakan teknologi baru ini. Seperti yang kita ketahui bersama, teknologi AR di Indonesia masih asing. Kendala utama yang timnya alami adalah karena kurang ada waktu untuk mengeksplor teknologi AR. Kompetisi FFAI 2019 ini juga menjadi kali pertama timnya untuk mempertontonkan teknologi terbaru ini. Ke depan, mereka akan lebih baik lagi dalam mengaplikasikan penggunaan teknologi AR.

Bagaimanapun, kejuaraan Free Fire Asia Invitation 2019 berhasil digelar dengan sangat sukses. Turnamen se-Asia ini pun diselenggarakan secara meriah di ICE BSD. Seperti yang kita ketahui bersama, ada 13 tim yang mengikuti pertandingan ini. Sebanyak 13 tim tersebut merupakan wakil dari berbagai negara yang ada di Indonesia.

fans of free fire facebook 2Fans of Free Fire Facebook

Setelah digelar secara meriah, dua wakil dari Indonesia pun berhasil lolos sebagai tiga terbaik. Posisi pertama diraih oleh Island of God, lalu posisi ketiga diraih oleh EVOS Roar. Tak sia-sia turnamen ini digelar di Indonesia. Dukungan yang mengalir langsung dari para penggemar Free Fire tentu saja bisa membangkitkan semangat oleh para pemain. Ini menjadi kesempatan terbaik untuk mengukir prestasi.

Akankah Garena Indonesia kembali menyelenggarakan turnamen besar ke depannya? Kita tunggu saja update turnamen terbarunya. Bagaimanapun, agar suatu game tetap eksis, mereka membutuhkan turnamen. Jika ingin game Free Fire tumbuh subur di Indonesia, mau tak mau Garena Indonesia harus berpikir kreatif untuk membuat game-game besar lainnya. Nah, ikuti terus perkembangan game Free Fire hanya di INDOESPORTS.

Tags:

Share post:

Beri Komentar
Silahkan melakukan login terlebih dahulu

0 Komentar