Bocah FF Salah Apa? Ini Alasan Kenapa Banyak yang Pengen Game Free Fire Dihapus di Indonesia

Bocah FF Salah Apa Ini Alasan Kenapa Banyak yang Pengen Game Free Fire Dihapus di Indonesia

Isu mengenai Free Fire (FF) akan ditutup di Indonesia sudah dinyatakan tidak benar. Gosip game Free Fire bakal dihapus dari Indonesia jelas-jelas cuma hoax doang karena ada segudang alasan untuk mempertahankannya. Penggemar udah enggak perlu khawatir sampai harus mencari tahu kapan game Free Fire ditutup.

Akan tetapi, berita FF akan ditutup 2021 ini enggak cuma sekali doang viralnya. Tahun lalu juga pernah diisukan FF akan ditutup pada tanggal 18 Juli 2020. Lantas, kenapa gosip ini muncul berkali-kali? Sebenarnya bocil atau bocah FF salah apa sih?

Sobat Gamers pun pasti bertanya-tanya kenapa banyak orang yang pengen game Free Fire dihapus di Indonesia? Padahal, permainan ini laris banget di Tanah Air. Lantas, apa sih yang bikin orang-orang enggak suka sama Free Fire?

Berikut ini adalah beberapa alasan kenapa banyak orang yang pengen game Free Fire dihapus di Indonesia. Simak!

Game Free Fire Berdampak Buruk bagi Anak-anak

Bocah FF Ini Alasan Kenapa Banyak yang Pengen Game Free Fire Dihapus di Indonesia

Game battle royale besutan Garena ini memang sangat dicintai oleh anak-anak muda di tanah air. Mayoritas pemainnya terdiri atas bocah-bocah belasan tahun yang masih duduk di bangku sekolah.

Sayangnya, banyak pemain yang ujung-ujungnya mengabaikan segalanya karena keasyikan main game FF. Padahal mereka juga punya kewajiban untuk belajar dan membantu orangtua di rumah. Gara-gara FF, jadi lupa dunia deh!

Mempengaruhi Mental & Attitude

Mungkin Sobat Gamers juga pernah mengalami, saking serunya bermain game malah mengeluarkan kata-kata kasar. Orang dewasa yang 'katanya' emosinya lebih stabil aja bisa terbawa, apalagi anak-anak?

Entah karena kalah atau terbawa suasana, anak-anak pun terbiasa mengeluarkan kata kasar dan jadi pribadi yang tempramen. Makanya para orangtua enggak terlalu suka jika anaknya bermain game. Alhasil dapat cap buruk, sampai para orang dewasa lebih senang jika game Free Fire dihapus di Indonesia

Kebanyakan Bocah FF Terkenal Toxic

Free Fire (FF) Akan Ditutup di Indonesia, Benar Enggak Ya_

Ada banyak jenis pemain toxic, misalnya yang tiba-tiba AFK, yang berkata kasar, dan mengejek pemain lain. Semua judul dan genre game pasti punya player yang toxic, termasuk Free Fire ini. Sayangnya, jumlah pemain FF yang toxic banyak banget.

Berhubung mayoritas pemain FF masih berusia belasan tahun, mereka enggak bisa mengontrol emosi dan mudah terpancing. Jadilah muncul citra bocah FF toxic tidak punya attitude yang suka mengejek pemain lain.

Padahal ya enggak semua bocah FF bersikap seperti itu ‘kan, Sobat Gamers? Ada juga kok anak yang bisa tetap melaksanakan kewajibannya. Tapi semua kena imbasnya sampai sering muncul berita FF akan ditutup di Indonesia.

. . .

Gunakan pengetahuan ini untuk berkaca demi perbaikan diri masing-masing ya, Sobat Gamers!  Komunitas Free Fire Indonesia emang gede banget. Tunjukkan bahwa enggak semua bocah FF itu toxic.

Jadi mulai sekarang, sebaiknya Sobat Gamers pun harus lebih menjaga sikap supaya orangtua kalian enggak ikutan mengisi petisi blokir Free Fire. ‘Kan bisa gawat kalau kaum emak-emak turun tangan?

Temukan menarik lainnya mengenai esports dan berita Free Fire cuma di website INDOESPORTS biar kalian enggak kudet. 


Tags:

Apa menurut kamu Artikel ini keren?

Share artikel ini ke teman-teman kamu juga ;)

Beri Komentar
Silahkan melakukan login terlebih dahulu

0 Komentar