Tim Esports Echo Fox Kehilangan Tempat di LCS

echo fox 1

Tim esports Echo Fox, salah satu dari 10 waralaba di liga esports terpopuler di dunia, tengah tersandung masalah. Mereka akan kehilangan tempatnya di League Championship Series (LCS) Riot Games di tengah kontroversi. Mereka dituduh melakukan rasisme yang melibatkan kepemilikan Echo Fox.

Pada 2017, Echo Fox membayar $10 Juta untuk menjadi waralaba pertama di bisnis LCS, liga profesional untuk League of Legends. Sekarang, LCS mengadakan proses penawaran terbuka untuk menemukan pengganti Echo Fox. Pihak LCS kabarnya membatalkan kontrak senilai $30 Juta untuk slot Echo Fox pada awal Agustus.

Tim esports Echo Fox didirikan pada 2015 oleh mantan pemain NBA, Rick Fox, Amit Raizada dan Stratton Sclavos. Mereka mengakuisisi tim Gravity, yang sebelumnya sudah tergabung dalam LCS. Kemudian tim berganti nama menjadi Echo Fox dan Fox status selebritasnya cukup untuk membantu mempromosikan tim ini.

LCS LOLbusinessinsider

Namun, pada bulan April 2019, Fox secara terbuka mengkritik Raizada. Diduga Raizada telah menyampaikan pesan teks rasial yang merujuk pada CEO Echo Fox, Jace Hall.

Fox sempat mengatakan dia bermaksud untuk menjual sahamnya di tim, tetapi kemudian membatalkannya. Dia akan tetap bersama Echo Fox namun Raizada harus dikeluarkan dari grup kepemilikan. Saat berusaha diwawancara, ketiga owner Echo Fox itu enggan memberikan komentar.

League of Legends sendiri merupakan salah satu game komputer paling populer di dunia. LCS sendiri dijalankan oleh Riot Games, yang tidak lain adalah pencipta League of Legends itu sendiri. League of Legends telah memiliki lebih dari 10 Juta pemain aktif di seluruh dunia.

Selain LCS, League of Legends juga memiliki sejumlah liga profesional di Tiongkok, Korea, Eropa, dan Asia Timur. LCS mengadopsi model waralaba sejak tahun 2017 dan 10 tim harus membayar $10 Juta untuk berpartisipasi.

League of Legends 21dexerto

Tim waralaba berhak atas 32,5% dari pendapatan liga, sementara pemain berhak atas 35% dari total pendapatan. Selain itu, gaji minimum untuk pemain meningkat dari nilai $25.000 menjadi $75.000.

Setelah menyelidiki situasi Echo Fox, Komisaris LCS, Chris Greeley mengumumkan bahwa tim akan diberi periode mediasi. Periode selama 60 hari ini sudah berlangsung sejak 15 Mei lalu. Tim yang terbukti melanggar kebijakan liga tentang ujaran kebencian akan dihapus dari LCS.

Echo Fox sebenarnya sempat mencapai kesepakatan $30 Juta untuk menjual slot mereka di LCS-nya. Kroenke Sports and Entertainment menaruh minat terhadap slot milik Echo Fox. Namun, kesepakatan itu urung terjadi setelah Kroenke juga digugat oleh organisasi esports lainnya.

Meskipun telah diberikan waktu selama 60 hari, Echo Fox tidak berhasil mencapai resolusi internal. Pada bulan Juli, Rick Fox mengatakan bahwa Echo Fox telah sepakat dengan Kroenke Sports and Entertainment. Adapun nilainya sebesar $30,25 Juta, tiga kali lipat dari biaya pembelian awal slot di LCS.

Echo Fox LOLdexerto

Akan tetapi, ESPN justru melaporkan bahwa Kroenke masih memiliki masalah dengan tim esports-nya yang lain. Pihak penggugat, Robert Moore, mengklaim bahwa Kroenke gagal menutupi biaya untuk Gladiator. Kroenke juga disebut belum memberi tahu Sentinel tentang akuisisi Echo Fox sebelum kontrak disepakati.

Setelah gagal tercapai kesepakatan antara Echo Fox dan Kroenke, LCS pun membuka penawaran untuk waralaba baru.

Sementara Riot telah menegaskan komitmen jangka panjang mereka untuk model waralaba di LCS Amerika Utara. Tiga dari 10 akan diganti untuk kompetisi tahun berikutnya. Selain Echo Fox, ada pula tim esports OpTic Gaming dan Clutch Gaming yang akan diganti.


Tags:

Apa menurut kamu Artikel ini keren?

Share artikel ini ke teman-teman kamu juga ;)

Beri Komentar
Silahkan melakukan login terlebih dahulu

0 Komentar