Sisi Kelam Bisnis Esports, Jarvis pro gamer

Sisi Kelam Bisnis Esports, Jarvis Dibekukan Seumur Hidup

Bisnis esports menjadi semakin marak karena kemampuannya untuk mengubah seseorang menjadi melalui popularitas video game. Tetapi sebuah insiden baru-baru ini menunjukkan hubungan antara gamer profesional dan penerbit video game masih rumit. Penerbit hampir memegang semua kendali atas yang dilakukan gamer.

Awal bulan ini, Fortnite menjatuhkan banned kepada seorang remaja untuk selamanya. Hal itu setelah yang bersangkutan disebut menggunakan software untuk cheat. Epic Games, pengembang game, melarang ratusan pemain untuk melakukan cheating, tetapi ini bukanlah remaja biasa.

Jarvis “FaZe” Khattri adalah seorang gamer profesional berusia 17 tahun yang sudah cukup lama terjun di bisnis esports. Dia membuat video Fortnite untuk saluran YouTube dengan nama FaZe Jarvis. Sebagai anggota dari organisasi esports Clan FaZe, Jarvis telah menghasilkan ribuan dolar dengan bermain game tersebut.

Kontroversi bermula dari unggahan terbaru, di mana Jarvis menggunakan software yang bertujuan untuk menunjukkan cheating. Dia berulang kali memperingatkan dua juta pelanggan YouTube-nya agar tidak melakukan cheating. Namun justru kini dia sendiri yang mengalaminya.

Sisi Kelam Bisnis Esports, Jarvis
youtube.com

 

Jarvis sudah berusaha membuat akun baru untuk menghindari hukuman tersebut, tetapi tidak berhasil. Epic Games segera memberi hukuman kepada Jarvis seumur hidup. Mereka mengutip kebijakan tanpa toleransi bagi siapa pun yang menggunakan software untuk cheat.

“Ketika seseorang menggunakan teknologi curang untuk mendapatkan keuntungan, mereka merusak game. Ini tidak adil untuk orang-orang yang bermain dengan jujur,” kata Epic Games dalam sebuah pernyataan dikutip dari Business Insider.

Mengingat karier Jarvis yang telah berkembang sebagai gamer profesional dan pembuat konten, dia pun mendapat dukungan. Beberapa orang dari industri esports merasa hukumannya terlalu keras. Mereka menyoroti usia muda Jarvis dan mengklaim bahwa dia tidak ingin mempromosikan cheating.

Walaupun ada pula sejumlah pihak lain mendukung keputusan Epic. Mereka mengatakan bahwa keputusan Jarvis untuk secara melakukan cheat dan memberikan tips pantas mendapat hukuman. Terlepas dari apapun niatnya menunjukkan hal tersebut.

Di sisi lain, Tyler “Ninja” Blevins, pemain Fortnite terpopuler di dunia, membela Jarvis sebagai seorang pembuat konten. Ninja, mengatakan bahwa Jarvis seharusnya tidak dilarang seumur hidup karena kariernya tergantung pada permainan.

Dalam streaming di salurannya, Ninja juga menyinggung soal Logan Paul, yang diskors oleh YouTube setelah mengunggah video mayat. Tetapi akhirnya dia diizinkan kembali beberapa minggu kemudian.

“Ada perbedaan antara pembuat konten dengan jutaan pelanggan dan beberapa yang memiliki nol pengikut,” Kata Ninja. “Anak itu di-banned, dan tidak ada yang terjadi padanya dan dia tidak bisa melakukan cheating lagi. Anda menghukum Jarvis, ini adalah sesuatu yang berbeda. "

Co-creator Mortal Kombat, Ed Boon, juga sempat berbagi jajak pendapat di Twitter. Dia bertanya kepada para pengikutnya bagaimana penerbit video game harus berurusan dengan cheater yang terkenal.

Lebih dari 32.713 responden memberikan suara, hanya 26 persen yang mengatakan larangan langsung seumur hidup. Sementara 37 persen mengatakan hukuman yang bersifat sementara, dan 37 persen memilih opsi ketiga.

Epic Games dan penerbit lain memang dapat menggunakan hak mereka untuk membekukan pemain pro kapan saja. Tetapi sekarang Jarvis akan langsung terputus dari sumber penghasilan utamanya. Ini berdasarkan keputusan perusahaan tentang bagaimana menegakkan ketentuan layanannya.

Bagi banyak orang, situasi tersebut mengilustrasikan bagaimana sisi kelam dari bisnis esports. Para pemain, organisasi, dan event organizer sepenuhnya bergantung pada pengembang dan penerbit game. Apakah mereka menyukainya atau tidak sama sekali.

Tags:

Share post:

Beri Komentar
Silahkan melakukan login terlebih dahulu

0 Komentar