Penonton League of Legends Saingi Olahraga Tradisional di AS

League of Legends Audiance

League of Legends bukan hanya menjadi video game kompetitif paling populer sejagat. Tetapi, sekarang mereka juga memiliki salah satu acara esports terbesar di dunia. Tidak menutup kemungkinan kepopuleran LoL akan menyaingi olahraga tradisional, terutama di wilayah Amerika Serikat

Pencipta LoL, Riot Games, baru-baru ini mengumumkan sebuah kompetisi baru di Amerika Utara, League Championship Series. Ini telah menjadi liga olahraga profesional paling populer ketiga di Amerika Serikat. Penontonnya adalah mereka yang berusia 18 hingga 34 tahun, berdasarkan data dari pemirsa live rata-rata per menit.

League Championship Series

Data pemirsa rata-rata per menit atau Average Minute Audience (AMA) disediakan oleh Nielsen. Hasilnya adalah jumlah rata-rata orang yang menonton pada waktu tertentu selama siaran berlangsung. Pada tahun 2019, liga League of Legends mencatatkan AMA 124.000 pada rentang pemirsa 18 hingga 34 tahun.

LCS sendiri mengadakan pertandingan musim regulernya di studio televisi yang sudah diatur sedemikian rupa di Los Angeles. Kemudian babak final digelar di sebuah arena yang masih berada di sekitar Amerika Utara. Seperti final musim semi lalu di kampus Universitas Saint Louis dan final musim panas di Little Caesars Arena.

Selama ini Nielsen memang kerap bekerja sama dengan banyak organisasi atau perusahaan gaming ternama. Data-data yang disuguhkan dianggap cukup akurat untuk menjadi pertimbangan langkah bisnis selanjutnya. Riot Games pun merasa beruntung dapat bermitra dengan Nielsen, seperti dikatakan oleh Doug Watson.

“Nielsen adalah mitra kami yang sangat penting untuk membantu mengukur dampak kami dalam dunia olahraga,” kata Doug Watson, kepala bagian esport Riot Games.

Nielsen riot game
esportsobserver

“Ketika jumlah penonton LoL meningkat, kepercayaan dan transparansi adalah kunci untuk membangun kemitraan jangka panjang. Nielsen membantu membuka kunci itu di setiap tahap pertumbuhan kami berikutnya. Kami dapat mengidentifikasi cara terbaik untuk terlibat dengan basis penggemar kami yang sangat antusias.”

Sejak didirikan pada tahun 2013, LCS memang telah menunjukkan pertumbuhan signifikan dari tahun ke tahun. Di Amerika Utara, liga tersebut mendapatkan tempat teratas di kalangan penggemar esports.

Pada tahun 2017, Riot mengubah sistem keikutsertaan liga menjadi model waralaba. Penyelenggara menerima 10 tim peserta melalui proses pengajuan yang cukup berat dan biaya pembelian slot senilai $10 juta. Tentu ini menjadi hal baru dalam industri esports, bahkan belum pernah dilakukan dalam kompetisi olahraga tradisional.

Dilansir dari espn, baru-baru ini, salah satu waralaba liga, Echo Fox, menjual slot mereka di kompetisi LCS. Tim yang sebelumnya didukung oleh juara NBA tiga kali, Rick Fox, menjual slot mereka seharga $ 33 juta. Pada akhirnya, organisasi esports lain yang berbasis di Seattle, Evil Geniuses, membelinya dan mendapatkan tempat di liga.

Evil Geniuses LoL
esportsobserver

Seiring dengan meningkatnya jumlah penonton dan biaya pendaftaran waralaba, gaji pemain juga semakin melonjak. Gaji minimum untuk starter di LCS saja sudah mencapai $75.000, sementara angka untuk pemain top lebih dari itu. Ini sudah terjadi sejak model waralaba pertama kali diperkenalkan.

Pada masa offseason ini, pemain asal Korea Selatan, Heo “Huni” Seung-hoon baru saja menandatangani kontrak baru. Bersama timnya, Dignitas, dia menjadi salah satu pemain pro LoL bergaji tertinggi di LCS. Kontrak barunya yang berdurasi selama dua tahun untuk Dignitas diketahui bernilai $2,3 juta.

Huni dan Dignitas (sebelumnya bernama Clutch Gaming) lolos ke Legends World Championship 2019. Di mana laga finalnya berlangsung di Paris, antara tim FunPlus Phoenix dari China dan G2 Esports dari Eropa.

Secara keseluruhan, AMA global dari pertandingan tersebut mencapai 21,8 juta dan puncaknya adalah 44 juta pemirsa. Adapun agenda liga League of Legends terdekat adalah LCS musim semi pada 25 Januari 2020.


Tags:

Apa menurut kamu Artikel ini keren?

Share artikel ini ke teman-teman kamu juga ;)

Beri Komentar
Silahkan melakukan login terlebih dahulu

0 Komentar