image

Iklan ‘Liar’ di Permainan Esports Perlu Diregulasi

Hukum tampaknya telah gagal untuk mengikuti permainan esports online yang makin meledak. Kekhawatiran pun melanda para penggemar yang masih di bawah umur, terutama terkait iklan yang ‘salah tempat’. Sejauh ini cukup banyak iklan alkohol muncul dalam permainan tanpa adanya peraturan yang jelas.

Saat ini esports telah menjadi industri yang besar di dunia. Game seperti Fortnite, FIFA, League of Legends, dan Starcraft sebelumnya mungkin hanya permainan rumahan. Tetapi kini mereka bermain di sebuah venue besar dengan hadiah uang jutaan dolar dan disiarkan di TV.

Seluruh dukungan dari sponsorship untuk permainan esports menguntungkan berbagai pihak. Bahkan bisa menghadirkan jutaan pengikut di media sosial yang mengikuti melalui platform streaming. Sebuah turnamen baru-baru ini untuk 'Dota 2' memiliki total hadiah $50 Juta dan jutaan orang menonton di rumah.

uniqueenslanddetik

Dilansir dari 10daily, Yayasan Penelitian Alkohol dan Pendidikan dari Universitas Queensland, Australia telah menyoroti industri esports. Di tengah perkembangan yang pesat, tidak ada undang-undang yang jelas seputar iklan alkohol.

Sarah Kelly selaku Associate Professor dari sekolah bisnis UQ mengatakan esports belum cukup diatur. Seolah-olah iklan sebuah produk "berbahaya" sedang disampaikan langsung ke otak para pemain yang berusia muda.

“Ini adalah platform yang sangat menguntungkan bagi pengiklan, karena mereka mengakses generasi konsumen berikutnya. Ada banyak kategori produk berbahaya seperti alkohol, perjudian, minuman energi, dan junk food,” kata Kelly.

Produk-produk seperti minuman siap saji, serta minuman beralkohol dan bir secara teratur dikaitkan dengan esports. Dengan alkohol yang diiklankan secara online tersebut kadang bahkan dimasukkan ke dalam permainan.

“Orang-orang memainkan permainan online mungkin selama enam jam. Berbeda dengan pertandingan sepak bola yang berlangsung cepat,” kata Kelly.

alcohol esports10daily

“Beberapa pihak bisa menghindari software pemblokiran iklan yang akan digunakan dalam platform streaming. Jadi mereka menggunakan dukungan selebritas atau gamer sebagai influencer.”

Penelitian Kelly menemukan bahwa 53% gamer yang disurvei akan digolongkan sebagai 'kecanduan' game. Mereka yang berusia 18-34 tahun memiliki prevalensi tertinggi kecanduan game.

Juga ditemukan bahwa mereka yang kecanduan game lebih cenderung membeli alkohol yang diiklankan di dalam game. Mereka juga cenderung mengonsumsi lebih banyak alkohol saat bermain atau menonton game.

Beberapa gamer ternama dapat memperoleh jutaan dolar per tahun, melalui berbagai jalur. Seperti memenangkan turnamen, sponsor dan uang dari iklan melalui streaming di media sosial.

Gamer asal Swedia, PewDiePie memiliki 101 juta subscriber di YouTube dan 19 juta pengikut Twitter. Bintang-bintang lain dalam industri ini membanggakan banyak penggemar yang sama.

anathan pham dota 2Redbull Esports

Remaja Australia, Anathan Pham, bulan lalu adalah bagian dari tim 'Dota 2' yang memenangkan hadiah $40 Juta. Tim tersebut mendapatkan nominal sebesar itu hanya dalam dua turnamen saja sepanjang Agustus.

Industri ini menjadi bisnis besar bagi para pemain, pengiklan dan penonton. Namun Kelly mengatakan saat ini ibarat tempat yang liar untuk iklan. Banyak iklan tak pantas untuk anak di bawah umur muncul dalam tayangan permainan esports.

“Baik siaran langsung (di TV) atau ketika mereka streaming online, itu bukan platform yang diatur. Esports tidak sepenuhnya diklasifikasikan sebagai olahraga, atau bahkan aktivitas interaktif. Jadi tidak akan ditangkap oleh undang-undang yang ada," kata Kelly.

“Kita perlu melibatkan penerbit game, pemain terkenal, tim, dan semua orang ke dalam hal ini,” tegas Kelly.

Kelly dan FARE akan mempresentasikan penelitian mereka sebagai bagian dari forum "seni digital gelap pemasaran alkohol". Dia telah meminta pemerintah federal untuk turun tangan dan memperbarui regulasi iklan untuk permainan esports.

Tags:

Share post:

Beri Komentar
Silahkan melakukan login terlebih dahulu

0 Komentar