Tim Houston Outlaws venture beat

IGC Jual Kepemilikan Tim Houston Outlaws

Immortals Gaming Club, yang berbasis di Los Angeles, baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka telah menjual tim Houston Outlaws. Itu merupakan salah satu tim waralaba di Overwatch League, yang mana saat ini diakuisisi oleh Beasley Media Group. Besar biayanya tidak diungkapkan, namun diprediksi mencapai $40-$60 juta.

Dilansir dari Venture Beat, investasi awal yang dilakukan oleh tim induk seperti Immortals adalah sekitar $20 juta per tim waralaba. Hal tersebut memungkinkan suatu organisasi membuat tim di wilayah geografis tertentu. Tetapi sekarang nilai Overwatch League telah naik, yang mana itu membuat Activision Blizzard menjual tim waralaba dengan lebih tinggi.

Sementara, tim Houston Outlaws yang dijual ke Beasley Media adalah milik Immortals Gaming. Jadi, Activision Blizzard tidak berhak menetapkan harga untuk itu, namun nilai pasarnya jelas. Angka $40-$60 juta pun dianggap cukup masuk akal untuk perpindahan kepemilikan tim ini.

Esports memang menjadi industri yang sedang panas, dengan ratusan juta penggemar di luar sana. Artist Capital Management bahkan baru saja mengumumkan investasi sebesar $100 juta di esports. Nilai tersebut sebenarnya dapat mereka gunakan untuk membeli sekitar dua atau tiga tim Overwatch League.

Tim Houston Outlaws
Venture Beat

 

CEO Immortal Gaming Club, Ari Segal, secara terbuka menyambut akuisisi dari Beasley Media Group melalui waralaba Valiant Los Angeles. Adapun orang-orang di Beasley Media ini meliputi Caroline Beasley, Chris Roumayeh dan seluruh grup Renegades Beasley,

“Mereka memiliki rencana yang menarik untuk memperdalam hubungan yang sudah kuat antara Outlaws dan pasar lokal di Houston. Hal tersebut membuat mereka menjadi pemilik ideal untuk aset ini. Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada tim Activision Blizzard yang telah memfasilitasi transaksi ini,” kata Ari Segal.

IGC sebelumnya mengakuisisi Outlaws dari perusahaan induknya, Infinite Esports and Entertainment pada Juni. Mereka mendivestasikan kepemilikan Los Angeles Valiant, franchise Overwatch mereka yang lain. Activision Blizzard sendiri memberikan fasilitas pengawasan dan pengelolaan bisnis selama periode transisi.

Meski tidak lagi memiliki tim di Overwatch League, setidaknya IGC masih memiliki beberapa tim di game lain. Mereka masih aktif di CS: GO, League of Legends, Call of Duty League, dan Rainbow Six.

Akuisisi Houston Outlaws oleh Beasley ini menjadi upaya mereka untuk memperluas perannya dalam ruang esports. Pertumbuhan industri yang cepat dianggap mencerminkan fokus perusahaan saat ini dalam pembuatan konten esports premium.

Tim Houston Outlaws ggwp
Ggwp

 

Ini bukanlah yang investasi pertama Beasley dalam industri esports. Team Renegades menjadi awal investasi mereka pada April 2019 dengan skala yang lebih besar. Team Renegades adalah organisasi esports yang terdiri dari lima tim, masing-masing berbasis di Detroit dan Michigan.

Termasuk CheckpointXP, sebuah lifestyle show mingguan tentang, yang diakuisisi pada musim gugur 2018. Program CheckpointXP saat ini sudah ditayangkan di sekitar 70 stasiun radio Amerika Serikat, podcast di Amazon, Twitch, dan CheckpointXP on Campus.

“Akuisisi Houston Outlaws secara signifikan memperluas jaringan esports kami yang sedang berkembang,” kata CEO Beasley Media Group, Caroline Beasley. “Houston Outlaws adalah peluang investasi yang langka, karena hanya ada 20 tim Overwatch League di dunia.”

Caroline juga mengatakan pengalaman perusahaannya dalam bisnis esports adalah faktor kunci dalam akuisisi ini. Dia merasa yakin bahwa perusahaan dapat memperoleh pengembalian jangka panjang.

“Tim Houston Outlaws sekarang dimiliki oleh pihak yang luar biasa. Kami senang menyambut Beasley Media Group ke Overwatch League,” kata CEO Activision Blizzard, Pete Vlastelica. “Semoga kami berharap dapat bekerja sama dan transisi ini berjalan mulus untuk semua pihak.”

Tags:

Share post:

Beri Komentar
Silahkan melakukan login terlebih dahulu

0 Komentar