Bos Federasi Esports Arab Saudi linkeind

Bos Federasi Esports Arab Saudi: Ayo Bermain Game!

Federasi esports Arab Saudi sangat mendukung perkembangan industri gaming kompetitif di negara tersebut. Presiden SAFEIS, Federasi Arab Saudi untuk Olahraga Elektronik dan Intelektual mendorong kaum pemuda agar bermain game. Dia percaya para pemudanya akan mampu menjadi pemimpin di industri ini.

Selain di Tiongkok dan wilayah Asia Tenggara, perkembangan esports di Arab Saudi memang cukup signifikan, seperti yang dilansir di Arab News. Hal itulah yang membuat bos SAFEIS optimis dengan tumbuh kembang industri ini di negaranya. Hal itu dia sampaikan saat menjadi pembicara di Future Investment Initiative (FFI) 2019 di Riyadh.

“Kami adalah generasi anak muda; yang mana 70 persen populasi berusia di bawah 30 tahun. Semua orang sudah mengetahui ini, dan artinya 70 persen dari populasi kita adalah target audiens saya,” ujar presiden federasi esports Arab Saudi, Pangeran Faisal.

SAFEIS sendiri dibentuk pada tahun 2017 lalu. Tetapi dalam apa yang dianggap sebagai industri kaum muda ini, belum ada sosok yang mengambil peran kepemimpinan.

Bos Federasi Esports Arab Saudi
arabnews.com

 

“Kami memiliki kesempatan, kami memiliki komunitas dan kami memiliki keterampilan. Baik remaja putra maupun putri kita, yang merupakan beberapa pemain terbaik, memiliki kemampuan untuk bersaing,” katanya.

Industri di balik olahraga elektronik dan intelektual sangat luas, tidak hanya mencakup kompetisi dan video-gaming. Melainkan, di dalamnya juga terdapat para kreator dan coder. SAFEIS pun berharap Arab Saudi bukan hanya memimpin dari segi event dalam esports, melainkan juga dalam teknologinya.

“Kita bisa menjadi pemimpin, tidak hanya dalam kompetisi maupun event tertentu. Tetapi juga dalam teknologi teraktual dan dalam integrasi antara atlet pria dan wanita, yang bisa maju dengan baik.”

Bagaimana dengan potensi di masa depan? Di sebagian besar negara, tak dapat dimungkiri bahwa dunia esports memang didominasi kaum pria. Total keikutsertaan pria dalam berbagai event esports mencapai 70 persen. Namun demikian, pihak Kerajaan Arab menginginkan hal yang berbeda.

“Di Arab Saudi, pada saat kami melakukan survei dan berbicara dengan komunitas, ada sekitar 52 persen pria dan 48 persen wanita.”

Itu artinya jumlah antara pemain esports pria dan wanita cukup seimbang. Bahkan kejuaraan esports pertama mereka, yang secara resmi disetujui pemerintah, peserta berasal dari pria dan wanita. “Ini adalah hal yang jarang terjadi secara internasional, apalagi di Arab Saudi. Itu adalah salah satu penggerak pertama.”

Bos Federasi Esports Arab Saudi
arabnews

 

Meski demikian, gagasan utamanya bukanlah harus melibatkan perempuan dalam industri ini. SAFEIS lebih berfokus pada peserta yang memenuhi syarat berdasarkan kemampuan. Dari kacamata kompetisi, itulah yang hebat tentang esports di Arab Saudi.

“Tidak ada kecanggungan dan itu berlangsung sangat alami. Semua orang ada di sana untuk bersenang-senang,” ujar Pangeran Faisal tentang kompetisi lintas gender pertama.

Ada komunitas penggemar game yang kuat di Arab Saudi dan mendapat dukungan dari pemerintah. Tetapi kesulitan yang dihadapi SAFEIS adalah dalam hal meyakinkan sektor swasta untuk berani berinvestasi di sektor ini.

“Satu-satu cara agar industri ini bisa berkelanjutan adalah dengan melibatkan pihak swasta. Jika kita sebagai federasi membayar serta melakukan segalanya selama 10 tahun ke depan, mungkin tidak akan ada yang terjadi. Itu bahkan tidak membuatnya tumbuh.”

Namun, segala sesuatunya berubah perlahan-lahan dengan sektor swasta lebih banyak memimpin dalam acara dan perizinan.

“Ketika orang mulai melihat bahwa industri ini menghasilkan uang, mereka akan melakukan bisnis.”

Apalagi dengan teknologi baru yang diperkenalkan ke Arab Saudi. Presiden federasi esports Arab Saudi itu menambahkan: “Ini adalah waktunya bagi orang-orang untuk mulai bergerak dan bermain game.”

Tags:

Share post:

Beri Komentar
Silahkan melakukan login terlebih dahulu

2 Komentar