All-Star eSports League Akan Buat Kompetisi Saingan PlayVS

all star esports anime

Pada usia 17 tahun, Jordan Zietz mungkin lebih cocok menjadi peserta All-Star eSports League untuk sekolah menengah. Tapi dia tidak diizinkan berkompetisi di liga itu karena Zietz adalah CEO perusahaan.

Dilansir dari Venture Beat, Zietz baru-baru ini mengumumkan bahwa dia berhasil mengumpulkan investasi tujuh digit untuk bisnis Liga All-Star eSports. Dana tersebut ia dapatkan dari Eric Bensussen, presiden pembuat game controller PowerA. All-Star eSports League pun menawarkan jutaan dolar dalam bentuk beasiswa dan hadiah di liga esports.

Nantinya, liga All-Star eSports League diadakan secara gratis khusus untuk sekolah menengah. Kompetisi tersebut menawarkan beberapa judul permainan populer seperti Fortnite, Overwatch, dan Super Smash Bros.

Liga esports ini, dibuat mirip dengan liga sepak bola dan bola basket. Ditujukan sebagai sistem pencarian bakat esports perguruan tinggi dan akhirnya ke kompetisi profesional. Liga ini juga merupakan cara untuk membuat lebih banyak siswa terlibat dalam esports.

game all star esportsAll-Star eSports League

“Sebagian besar sekolah mengatakan bagaimana kita bisa membuat siswa terlibat dalam esports. Terutama siswa, yang saat ini tidak terlibat dalam ekstrakurikuler olahraga lainnya,” kata Zietz.

Dia menambahkan: “Beberapa orang yang secara fisik tidak mampu mungkin tidak akan maksimal di bidang olahraga. Saya juga sering melukai diri sendiri di sekolah menengah dengan sepakbola, lacrosse hingga mendayung.

“Saya pernah mematahkan lutut, pergelangan kaki, punggung, dan saya mengalami setiap cedera yang dapat Anda bayangkan. Akhirnya saya pikir saya memang tidak cocok dengan olahraga.”

Zietz telah mengembangkan perusahaannya secara cepat dalam enam bulan terakhir. Dia mengatakan memiliki lebih dari 5.000 tim terdaftar. Akan tetapi, tampaknya akan ada rival dalam upayanya membuat liga untuk sekolah menengah.

Jordan Zietz Allstar esports leagueAll-Star eSports League

PlayVS beberapa waktu yang lalu juga sempat mengumumkan bahwa mereka akan mengadakan kompetisi League of Legends. Ada pula pesaing lainnya, yaitu High School eSports League.

Namun Zietz mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa PlayVS memungut biaya untuk memasuki kompetisi. Sementara liga yang dia buat memungkinkan siswa untuk bermain secara gratis.

“Mereka membebankan biaya kepada siswa yang ingin ikut, sedangkan kami tidak melakukannya. Sebab, kami percaya cara tersebut bisa mencegah orang-orang berbakat untuk menunjukkan prestasi mereka,” kata Zietz.

“Sebagai seorang pelajar dan gamer, saya merasa yakin bahwa setiap orang harus diizinkan berpartisipasi. Sedangkan cara yang dipilih PlayVS itu mendiskriminasi.”

Zietz mendapatkan ide itu tahun lalu ketika dia mencoba memulai sebuah tim esports di sekolahnya di Florida. Dia menyadari bahwa seharusnya dia memulai liga, karena saat ini biaya memasuki liga mencapai ratusan dolar per tahun.

playvs neaPlayVS

“Kami mungkin bukan liga olahraga yang paling banyak didanai,” katanya. “Dan itu bukanlah masalah sejak awal. Sebab, kami jauh lebih efisien dengan uang yang kami punya. Kami memahami demografis, karena secara pribadi saya berasal dari lingkungan pelajar.”

Keluarga Zietz memang akrab dengan kewirausahaan. Kakak perempuannya, Rachel Zietz memulai bisnis pada usia 13 tahun. Zietz sendiri memulai bisnis pertamanya di usia 12 dengan sebuah rental video game.

Dia juga sempat membuat perusahaan VR sebelum beralih ke esports.

Zietz berencana untuk memanfaatkan investasi untuk memperluas partisipasi liga di kalangan siswa secara nasional. Dana tersebut juga akan digunakan untuk menambah hadiah liga, yang katanya lebih dari $1 Juta dalam berbagai bentuk.

All-Star eSports League memiliki 12 karyawan, terdiri dari orang dewasa dan siswa sekolah menengah. Zietz mengatakan bahkan orang tuanya harus menandatangani sejumlah dokumen kontrak karena dia masih di bawah umur.


Tags:

Apa menurut kamu Artikel ini keren?

Share artikel ini ke teman-teman kamu juga ;)

Beri Komentar
Silahkan melakukan login terlebih dahulu

0 Komentar