image

Akankah eFootball di Cina Bangkit Lagi?

Di antara berbagai kategori esports, eFootball di Cina memang tidak terlalu populer. Padahal, esports telah berkembang pesat di Negeri Tirai Bambu dalam sepuluh tahun terakhir. Namun, kini eFootball disebut-sebut akan mengalami ‘kebangkitan’ setelah semakin banyak peminatnya.

Sebelumnya, esports di Cina didominasi oleh beberapa judul game saja, seperti League of Legends, King of Honor dan Dota. Sementara itu, diam-diam eFootball ternyata mulai tumbuh dalam tiga tahun belakangan. Hal itu ditandai dengan munculnya tim-tim baru, liga, dan nominal hadiah uang yang besar.

Sponsor global FIFA, seperti Vivo, adalah mitra aktif dalam turnamen FIFA Online di Cina. Raksasa teknologi ini ingin melibatkan audiensi yang lebih muda untuk melengkapi cakupan totalnya pada kemitraan di Piala Dunia.

FIFA theverge.comtheverge.com

Dengan banyak menarik pemain berusia rata-rata 25 tahun, FIFA pun memiliki potensi kuat memimpin pasar game online.

FIFA Online bahkan ditempatkan dalam tiga besar game yang paling sering dimainkan di platform Tencent. Lantas muncul pertanyaan, dari mana datangnya pertumbuhan tersebut dan bagaimana potensinya masa depan?

Dikutip dari www.sportbusiness.com bahwa Piala Dunia 2018 telah mendorong pertumbuhan game online ini. Pada tahun 2018, setelah Piala Dunia di Rusia, muncul banyak pemain baru FIFA di platform Tencent. Angka resmi melaporkan liga FIFA Online Pro di Cina mengumpulkan lebih dari 800 juta views pada 2018

Secara keseluruhan, jumlah tersebut meningkat hingga 40 persen dari tahun 2017. Banyak gamer yang mengadopsi bintang sepak bola favorit mereka ke dalam tim FIFA. Keberadaan turnamen bergengsi pun semakin meningkatkan keinginan mereka untuk bermain.

FIFA engadget.comengadget.com

Sponsor global FIFA, seperti Vivo, adalah mitra aktif dalam turnamen FIFA Online di Cina. Raksasa teknologi ini ingin melibatkan audiensi yang lebih muda untuk melengkapi cakupan totalnya pada kemitraan di Piala Dunia.

Dengan banyak menarik pemain berusia rata-rata 25 tahun, FIFA pun memiliki potensi kuat memimpin pasar game online.

FIFA telah melakukan investasi besar-besaran untuk saluran digital di platform media sosial Cina, Weibo. Bahkan baru-baru ini mereka juga bermitra dengan Huya, sebuah platform semacam Twitch di Cina. Jumlah penonton FIFA eWorld Cup meningkat 65 persen, dari 20 juta menjadi 33 juta pada tahun ini.

Sekarang, saluran khusus FIFA eFootball sudah diikuti di lebih dari 500.000 orang di Weibo. Komunitas ini pun dapat menjadi wadah yang efektif untuk menumbuhkan pemahaman akan budaya eFootball.

Tim eFootball sendiri bisa dibilang lebih terjangkau dalam pembiayaan. Setidaknya jika dibandingkan dengan tim sepak bola tradisional atau tim League of Legends.

Tim FIFA Online bahkan menghadirkan opsi kepemilikan yang lebih terjangkau. Meskipun dalam tiga tahun terakhir ini memang telah terjadi pertumbuhan sebesar 20-30 persen.

Tim-tim yang bersaing di Liga FIFA Nasional misalnya, mereka memiliki nilai kurang dari €64.000 ($70.000). Nilai itu terpaut cukup jauh jika dibandingkan dengan nilai pasar dari tim League of Legends.

Sebelum tahun 2016, sebenarnya hanya ada FIFA Star League sebagai satu-satunya liga profesional nasional di Cina. Bersama dengan EA Champions Cup (Piala Asia), yang dihadiri oleh klub eFootball pro Cina.

FIFA bbc.co.ukbbc.co.uk

Pada 2017, kemudian liga ini mulai berkembang menjadi 14 klub. Tim asal Prancis, Lyon, memulai tren tim internasional yang turut meramaikan liga. Sejak saat itu beberapa klub internasional juga mulai masuk seperti PSG, Manchester City, Wolves, dan Nova eSports.

Puncaknya adalah pada tahun 2018, ketika China Super League (CSL) mendirikan liga khusus untuk eFootball. Mereka menjalankan 'Chinese Electronic Football League, yang diikuti 11 tim perwakilan kesebelasan CSL.

Liga eFootball di Cina diprediksi akan terus mendapatkan perhatian dan jumlah peminat. Tidak menutup kemungkinan ada lebih banyak lagi tim internasional yang berpartisipasi di liga nasional mereka.

Mereka akan melibatkan audiensi yang lebih muda, karena demografi ini dinilai lebih berminat bermain sepakbola online. Dengan peningkatan-peningkatan tersebut, uang hadiah pun pastinya akan semakin besar. Selanjutnya tinggal menunggu sponsor besar berdatangan untuk mendorong minat pada eFootball di Cina.

Tags:

Share post:

Beri Komentar
Silahkan melakukan login terlebih dahulu

1 Komentar