pro player dota 2 pensiun esports

5 Pensiunan Pro Player Dota 2 Paling Memorable

Esports Dota 2 memang dipenuhi dengan talenta kelas dunia. Dengan konsistensi dan kerja keras, para atlet esports saling unjuk gigi untuk membuktikan kehebatannya. Tidak hanya menjadi ajang pembuktian, skena esports berubah menjadi perjalanan karier para pro player Dota 2 yang menarik untuk disorot dari berbagai sudut pandang.

Dalam dunia esports, kita mengenal beberapa pemain profesional yang mampu menciptakan kesan mendalam untuk skena. Kesan tersebut muncul dalam berbagai hal, seperti gaya bermain, meta Hero, ataupun keahlian individu yang sangat menawan. Kesan dapat berubah menjadi rekaman kolektif yang dimiliki oleh komunitas pemain, seperti para pencinta sepak bola mengenal gerakan “Hand of God” dari Maradona.

Dalam tulisan ini, INDOESPORTS akan memberikan beberapa nama pensiunan Dota 2 paling memorable. Walau tidak lagi aktif sebagai pro player, mereka berhasil memberikan kesan yang mendalam untuk komunitas Dota 2. Enggak mengherankan kalau para pemain ini masih cukup dikenal hingga hari ini. Siapa saja mereka?

 

1. AdmiralBulldog

admiralbulldog esports dota 2

AdmiralBulldog merupakan offlaner paling mengerikan pada masanya. Pria berkebangsaan Swedia ini memulai karier sebagai pro player Dota 2 bersama tim No Tidehunter pada 2012.

Pada 2013, tim No Tidehuter berubah nama menjadi tim Alliance. AdmiralBulldog memperkuat Alliance bersama Loda, s4, Akke, dan EGM. Di tahun yang sama, Alliance berhasil meraih gelar juara The International 2013 setelah mengalahkan tim Natus Vincere (Na`Vi) dengan skor 3-2.

AdmiralBulldog berhasil meninggalkan kesan mendalam berkat gaya bermain pada Hero Lone Druid dan Nature Prophet. Kedua Hero tersebut bisa dibilang sebagai signature hero AdmiralBulldog.

Selain itu, AdmiralBulldog juga dikenal sebagai pemain profesional yang mempopulerkan strategi bermain Rat-doto. Rat-doto merupakan strategi bermain yang mengalihkan perhatian musuh, lalu secara diam-diam menghabisi tower dan barak musuh. Hingga hari ini, strategi Rat-doto masih sangat sering dijumpai, bahkan dalam skena kompetitif.

Kini, pria kelahiran 19 Desember 1990 tersebut menjadi salah satu streamer game Dota 2. Kalian masih dapat menyaksikannya kelihaiannya di platform Twitch.

 

2. ppd

ppd esports dota 2

Nama ppd merupakan akronim dari Peter Pandam. Pria bernama asli Peter Dager tersebut memulai karirnya sebagai pemain profesional dalam game Heroes of Newerth (HoN) pada 2012. Di akhir 2013, ppd memasuki skena esports Dota 2 bersama tim SADBOYS.

Kala itu, ppd dipercaya menjadi seorang drafter yang bertugas memilih dan membuang Hero. Padahal, saat itu, SADBOYS memiliki salah satu drafter kawakan, yaitu Fear—salah satu pemain tertua di Dota 2.

Kelihaian ppd sebagai drafter membuatnya dikenal sebagai salah satu ahli strategi permainan di Dota 2. Pada 2015, ppd dipercaya menjadi kapten untuk Evil Guineses (EG) dan berhasil merebut gelar jaura The International 2015. Sebagai kapten, ppd terbilang paket lengkap. Dia memiliki pengetahuan mekanik game yang luas dan spektrum komposisi Hero yang inovatif.

Pada perjalanan kariernya, ppd berhasil meninggalkan kesan mendalam berkat strategi pemain posisi keenam. Secara teori, posisi keenam merupakan hal yang mustahil di dalam Dota 2 sebab satu tim hanya berisikan lima orang. Namun, ppd berhasil membuat rumusannya.

Secara sederhana, strategi tersebut memprioritaskan distribusi gold untuk semi-support dibandingkan hard-support. Alhasil, semi-support dapat mengantongi item core dengan cepat dan membantu pertarungan dengan sangat signifikan di fase late-game.

 

3. BurNing

BurNing esports dota 2

BurNing merupakan nama lama untuk skena esports. Pria kelahiran China tersebut memulai kariernya dalam game DotA (mods dari Warcraft) pada 2008. Kala itu, BurNing merupakan pemain yang dihormati. Di dalam permainan, BurNing menempati posisi carry dan dikenal dengan gaya bermainnya yang cukup mengerikan. Bahkan, salah satu Hero carry di DotA sempat dinamakan sesuai dirinya, yaitu BurNing – Anti-Mage.

BurNing mulai menjadi pro player Dota 2 pada 2011. Walau memiliki performa baik, BurNing tidak berhasil merebut gelar juara The International sampai masa pensiun. Namun, sebagai seorang carry, BurNing berhasil menjadi urutan ketiga pemain dengan raihan GPM tertinggi di skena kompetitif Dota 2

Hingga detik ini, BurNing merupakan nama besar dalam skena esports Dota 2. Komunitas Dota 2 bahkan menamainya sebagai B-God (BurNing – God). Dalam komunitas DotA ataupun Dota 2, sematan “God” diberikan kepada pemain yang dianggap memiliki kemampuan di atas rata-rata dan sangat berpengaruh ini.

Sayangnya, BurNing sudah pensiun. Padahal, penggemar masih berharap BurNing dapat mengangkat Aegis of Champions pada suatu hari nanti.

 

4. LighTofHeaveN

LighTofHeaveN esports dota 2

Seperti halnya BurNing, LighTofHeaveN jugalah nama lama untuk skena esports Dota 2. Pria berkebangsaan Rusia tersebut sudah meniti karier sejak 2007 di game DotA. Dalam skena DotA, LighTofHeaveN dikenal sebagai salah satu pemain Rusia terbaik kala itu yang memperkuat tim DTS bersama Artstyle dan Dendi.

Kesan yang ditinggalkan LighTofHeaveN kepada skena esports Dota 2 muncul dalam gelaran The International pertama. Kala itu, LighTofHeaveN memperkuat Natus Vincere (Na`Vi) bersama Puppey dan Dendi.

LighTofHeaveN menjadi seorang pemain profesional pertama dalam game MOBA yang cukup versatile alias dapat bermain seluruh role dalam skena kompetitif, mulai dari support sampai carry. Setelah memperkuat Na`Vi, LighTofHeaveN kala itu juga sempat memperkuat tim Empire dan Virtus.pro. Pada 2015, pemain paling versatile tersebut memutuskan untuk pensiun. 

 

5. Ritter

ritter esports dota 2

Kurang lengkap rasanya membahas pro player Dota 2 jika tidak memasukkan pemain lokal. Sebenarnya, Ritter merupakan pemain profesional untuk game Dota 1. Kala itu, Ritter memperkuat tim legendaris dari Indonesia bernama XcN. Selain XcN, Ritter juga sempat memperkuat Fnatic—setelah memboyongnya dari XcN.

Nama Ritter Rusli mulai dikenal di skena kompetitif sejak kemenangannya bersama XcN pada gelaran Asia Dota Championship 2007. Bahkan, dalam satu wawancara dengan GosuGamers, KuroKy—kapten tim Nigma saat ini—mengaku sangat mengagumi XcN kala itu.

Ritter berhasil memberikan kesan mendalam pada komunitas DotA berkat kelihaiannya bermain Meepo. Kala itu, Meepo dianggap sebagai Hero yang sangat sulit karena dibutuhkan kemampuan micro-skill yang sangat tinggi untuk memainkannya. Untuk saat ini, Meepo memang sudah cukup sering dijumpai dalam skena kompetitif.

Dari skena DotA, Ritter pernah mencoba peruntungan untuk ikut terjun ke skena esports Dota 2. Di bawah bendera Rex Regum, Ritter bersama Koala bermain kembali dalam satu tim. Sayangnya, performa Ritter di skena Dota 2 tidak dapat dikatakan baik sehingga untuk bersaing di kancah internasional menjadi hal yang sangat sulit dilakukan. Walau kini telah pensiun, Ritter sempat menorehkan namanya di komunitas Dota 2 seluruh dunia.

 

Deretan pemain Dota 2 di atas memang kini tidak lagi bermain sebagai atlet esports. Namun, komunitas Dota 2 telah menyaksikan sumbangsih mereka untuk kemajuan esports dan gaya permainan Dota 2. Setelah pensiun, beberapa di antara mereka kini menjadi streamer, analis pertandingan, ataupun coach.

Di antara lima nama di atas, siapakah yang Sobat Gamers kagumi? Taruh jawaban kalian di kolom komentar dan pantau terus INDOESPORTS untuk mengetahui informasi seputar esports Dota 2 dan game seu lainnya!


Halo, sobat gamer! Jangan lupa cek Youtube Channel INDOESPORTS ya. Ada video live stream turnamen esports setiap minggunya, dan informasi lain seputar esports. Ayo subscribe, like dan comment sekarang juga!


Mau diskusi lebih lanjut mengenai game Dota 2? Ayo gabung dengan Komunitas Dota 2 dengan cara join di group facebook DOTA 2 ID.


Tags:

Sukai Berita Ini

Share post:

Beri Komentar
Silahkan melakukan login terlebih dahulu

0 Komentar