Masa Depan OG Dota 2 Setelah Juara Back-to-back TI The Game

Masa Depan OG Dota 2 Setelah Juara Back-to-back TI


Halo, sobat gamer! Jangan lupa cek Youtube Channel INDOESPORTS ya. Ada video live stream turnamen esports setiap minggunya, dan informasi lain seputar esports. Ayo subscribe, like dan comment sekarang juga!


OG Dota 2 adalah tim esports tersukses di dunia saat ini setelah memenangi dua kejuaraan TI pada 2018 dan 2019. Sempat menjadi underdog di edisi 2018, OG lalu mengukuhkan diri sebagai tim terbaik di tahun berikutnya. Kemenangan di tahun kedua itulah yang disebut-sebut sebagai prestasi terbesar dalam sejarah Dota 2.

OG, dengan skuat yang sama, dua kali mengangkat trofi Aegis of Champions berturut-turut. Hadiah uang tunai yang mereka bawa pulang mencapai $15 juta, di mana itu adalah nominal terbesar dalam esports. Sempat absen di awal musim DPC 2019-2020, kembalinya OG ke kancah kompetitif pun langsung menjadi berita utama.

OG Dota 2 Menuju Gelar Juara Lainnya

Sejak awal tahun 2020, tim OG Dota 2 telah membuat banyak headline di berbagai media. Apalagi setelah tim mengumumkan perubahan roster, yang cukup membuat penggemar khawatir dengan tim ini. Akan tetapi, akhirnya mereka berhasil menenangkan penggemar dengan penampilan yang luar biasa.

Dilansir dari The Gamer, Anathan “Ana” Pham, memutuskan untuk melanjutkan masa istirahatnya sampai musim berikutnya dimulai. Itu memaksa OG kembali mencari stand-in untuk Ana Dota 2 seperti pada tahun-tahun yang lalu. Akan tetapi, berita paling mengejutkan adalah pengumuman pensiun dari dua pemain andalan mereka di dua TI terakhir.

Masa Depan OG Dota 2 Setelah Juara Back-to-back TI Twitter
Twitter OG

Jesse “JerAx” Vainikka dan Sebastian “Ceb” Debs memilih pensiun dari ajang kompetitif Dota 2. Itu membuat winning team OG hanya menyisakan N0tail dan Topson untuk menghadapi sisa musim 2019-2020. Akan tetapi, akhirnya OG mampu mendatangkan sosok pengganti sepadan untuk para pemain yang pergi.

Sepertinya tidak ada masalah berarti bagi OG untuk menuju gelar juara lainnya. Pembuktian pertama adalah OG berhasil lolos dengan mudah dari kualifikasi ESL One Los Angeles Major. Mereka bahkan lolos dari kualifikasi terbuka bersama tim sekundernya, OG Seed Dota 2.

OG Tidak Hanya Fokus ke Satu Tim

Digantinya beberapa pemain OG menimbulkan sedikit kekhawatiran terhadap prestasi tim OG. Tetapi untuk beberapa tahun ke depan, setidaknya OG masih bisa menggantungkan harapan mereka ke tim saudaranya. Pasalnya, sekarang OG memiliki OG Seed, yang menjadi tim sekunder untuk menemukan bakat-bakat terbaik.

OG Seed memulai debutnya dengan mengikuti Maincast Winter Brawl pada bulan Januari 2020 dan berhasil finis di posisi kedua. Langkah awal yang bagus itu bisa menjanjikan pengambilalihan baru di masa depan. Hal itu dibuktikan dengan diangkatnya Madara ke tim utama OG untuk menghadapi turnamen pada Maret 2020.

Selanjutnya, OG Esports juga sedang mencoba peruntungan di judul lainnya, yaitu CS: GO. Tim OG di CS: GO terdiri dari para pemain terbaik di dunia dan sudah menghasilkan prestasi yang cukup membanggakan. Yang paling baru adalah pada bulan Desember lalu, di mana tim berhasil finis ketiga di sebuah turnamen.

Nasib Dota 2 Bergantung pada OG?

Dengan bubarnya winning team OG dan hanya menyisakan dua pemain kunci, tim ini memang berada dalam ketidakpastian. Penampilan debut mereka pasca TI9 bisa dibilang cukup bagus, namun belum terbukti lebih jauh. Raihan gelar juara Major atau TI 10 mungkin baru bisa memastikan masa depan tim ini.

Masalahnya OG bukanlah tim yang selalu menggunakan lineup utama mereka di setiap turnamen. Tetapi itulah yang menjadi keunikan mereka dan membuat esports Dota 2 tidak membosankan selama ini. Kepopuleran Dota 2 justru dikhawatirkan bakal semakin tenggelam jika OG absen atau tidak memainkan lineup utama mereka.

Masa Depan OG Dota 2 Setelah Juara Back-to-back TI The Gamer
The Gamers

Bagaimana tidak, OG selalu memberikan pengalaman menonton berbeda bagi semua pemirsa Dota 2. Misalnya, Topson memainkan hero yang tidak wajar untuk mid lane, Ana menghancurkan lawan-lawannya dan Ceb beristirahat ketika timnya sedang bertarung.

Bersama-sama mereka adalah tim yang tidak dapat diprediksi dan memiliki keterampilan level tinggi. Jadi tidak diragukan lagi jika kompetisi Dota 2 akan menjadi lebih penting ketika OG ada di dalamnya.

Masih ada harapan untuk para penggemar karena OG Dota 2 akan bermain di ESL One Los Angeles Major. Mereka harus finis di posisi terbaik pada Major ketiga musim ini agar punya peluang lolos lebih besar ke TI 10. Meski pada akhirnya masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan untuk kembalinya tim di musim ini.


Mau diskusi lebih lanjut mengenai game Dota 2? Ayo gabung dengan Komunitas Dota 2 dengan cara join di group facebook DOTA 2 ID.


Tags:

Share post:

Beri Komentar
Silahkan melakukan login terlebih dahulu

1 Komentar