Melirik Masa Depan Esports CS:GO Indonesia dari Sudut Pandang Pro Player dan Talent

Melirik Masa Depan Esports CS:GO Indonesia dari Sudut Pandang Pro Player dan Talent


Halo, sobat gamer! Jangan lupa cek Youtube Channel INDOESPORTS ya. Ada video live stream turnamen esports setiap minggunya, dan informasi lain seputar esports. Ayo subscribe, like dan comment sekarang juga!


Game Counter Strike dinyatakan sebagai game FPS kompetitif yang pertama kali hadir di Indonesia dan langsung saja menjadi primadona bagi gamers PC pada saat itu. Seiring berjalannya waktu, Counter Strike pun mengalami evolusi ke Counter Strike: Global Offensive atau yang biasa disebut CS:GO. Senjata dalam game CS:GO memiliki banyak skin atau cosmetic yang sangat menarik. Salah satu keunikan dari game CS:GO ini adalah fitur trade market skins-nya yang memungkinkan para pemain untuk saling bertukar barang dan senjata. Setelah bertahun-tahun mewarnai dunia esports game di Indonesia, CS:GO terlihat kalah pamor dengan game-game mobile yang mulai populer beberapa tahun terakhir ini.

“Counter strike adalah game FPS esports pertama. Faktor teknologi menjadi hambatan diawal peluncuran game CS:GO. Saat ini teknologi sudah semakin terjangkau bagi para gamers untuk bisa berkompetisi dengan baik” Bambang Tri Utomo selaku CCO INDOESPORTS menyampaikan. Perkembangan teknologi yang semakin memadai memang mampu menyelesaikan segelintir permasalahan esports CS:GO di Indonesia. Kemudian, kemunculan game mobile membuat game-game PC seperti CS:GO ini kembali diterpa isu ‘game tak laku’.

Namun jika dilihat lebih dekat, yang sebenarnya terjadi adalah game CS:GO sama sekali tak kalah populer. Hal ini ditunjukkan oleh Nevindra Ibnazhifi, Ambassador komunitas CSGO di Indonesia CSGO2ASIA melalui data statistik yang ada di Steam. Jumlah pemain CSGO tak berkurang, malah semakin bertambah walau lonjakan angkanya tak setinggi dengan game mobile. Komunitasnya sendiri cukup aktif dan tetap hidup.

Nevindra sendiri mengawali karir di dunia esports melalui game CS:GO dan sudah berkiprah di esports CSGO sejak 2017. Selain aktif di komunitas, Nevindra juga aktif sebagai caster di game-game bergenre FPS. Nevindra juga menyampaikan bahwa gamers yang bermain CS:GO sebenarnya bertambah. Hanya saja, competitive scene-nya yang redup, tidak banyak turnamen berhadiah skala menengah-atas yang ada.

Melirik Masa Depan Esports CS:GO Indonesia dari Sudut Pandang Pro Player dan Talent (2)
INDOESPORTS League CS:GO

Agil ‘Roseau’ juga berpendapat bahwa esports CS:GO Indonesia sudah sangat sepi saat ini, terutama untuk kompetisinya sendiri sehingga tak sedikit esports pro player-nya yang berkarir di luar negeri, Sementara tim esportsnya sendiri harus tetap fokus dan konsisten untuk menjadi tim yang bisa bersaing di regional SEA - China.

Agil ‘Roseau’, seorang esports pro player CS:GO asal Indonesia yang kini berkarir di negeri China dengan tim Aster. Agil ‘Roseau’ sudah masuk di scene esports Counter Strike sejak tahun 2013 dan benar – benar fokus di esports Counter Strike terhitung sejak tahun 2014. Agil adalah salah satu pemain CS:GO yang akhirnya fokus untuk terjun ke kompetisi Counter Strike menjadi esports pro player sejak mendapat tawaran dari sebuah tim esports profesional.

Agil menyampaikan beberapa pengalaman yang ia dapatkan selama berprofesi sebagai esports pro player. Mulai dari bergabung dengan tim yang diidolakan, berganti-ganti role dalam tim, hingga bergonta-ganti tim. Agil juga mempelajari banyak hal selama bergelut di dunia esports CS:GO. Esports pro player satu ini bahkan menjadi salah satu saksi hidup yang mengalami naik turunnya game esports CS:GO di Indonesia.

Melirik Masa Depan Esports CS:GO Indonesia dari Sudut Pandang Pro Player dan Talent (3)

“Kalau di Indonesia turnamennya malah sedikit, bahkan hampir ngga ada buat sekarang. Kalau dulu masih sering ada tournament dan qualifier contoh untuk Zowie, WESG, IESF, ROG Master. Bahkan dulu sekitar tahun 2015 ada turnamen IESPL yang diikuti 11 team esport di Indonesia yang punya divisi CS:GO. Bahkan dulu juga ada tournament kecil tapi lumayan buat di ikuti untuk team – team baru yang mau coba go pro di CS:GO, misalnya: Nxl Amateur Cup dan ada juga Visk Cup. Ada juga Supreme League, Bingo Binus, sampai tournament LAN di warnet. Jadi lumayan, masi ada kompetisi dalam negerinya.” Agil memaparkan.

Wawa Mania juga menyampaikan pendapat yang serupa, tentang pentingnya sebuah turnamen bagi player maupun gamenya sendiri. Turnamen sangat penting untuk popularitas game. Sebab melalui turnamen, bisa dilihat seberapa besar antusias serta jumlah pemain yang masih aktif dan tergabung dalam komunitas game. Selain itu, turnamen juga bisa memberikan exposure untuk game yang bersangkutan sehingga bisa menaikkan popularitas.

Wawa Mania, seorang shoutcaster yang berangkat mengawali karir pada tahun 2016 dari game CS:GO karena kecintaannya pada game FPS satu ini. Wawa Mania juga pernah menjadi shoutcaster di program turnamen esports CS:GO yang digelar oleh INDOESPORTS League. Saat ditanyakan perihal bagaimana bisa menjadi seorang shoutcaster, Wawa Mania menjelaskan bahwa awalnya dia hanya ingin menonton turnamen Counter Strike. Tapi sayang, tidak ada pihak yang menyiarkan sehingga Wawa berinisiatif untuk menjadi caster CS:GO Indonesia. Inisiatifnya ini pada akhirnya membawa dampak positif bagi dirinya sendiri. Selain bisa menyaksikan detil in-game, Wawa juga bertemu komunitas CS:GO Indonesia dan bercengkarama dengan sesama player lainnya.

Meski perkembangan game CS:GO sedikit melambat sejak dua tahun terakhir, namun Wawa Mania menyatakan bahwa game CS:GO bisa tetap berkembang. “Harapan untuk CSGO berkembang selalu ada, tapi turnamennya yang tak pernah ada. Tahun 2019 saja turnamen CSGO bisa dihitung jari. Semoga tahun ini lebih banyak turnamen CS:GO di Indonesia.” Wawa Mania menyampaikan.

Melirik Masa Depan Esports CS:GO Indonesia dari Sudut Pandang Pro Player dan Talent (1)

Harapan serupa juga turut didukung oleh pernyataan Nevindra yang secara langsung terlibat merawat komunitas CS:GO Indonesia. Nevindra mengharapkan seluruh elemen ekosistem esports CS:GO untuk bersinkronisasi untuk masa depan game CS:GO yang lebih cerah di Indonesia. Mulai dari esports organizer, brand, bahkan player CSGO Indonesia.

Nevindra berharap agar turnamen CS:GO lebih sering diadakan oleh organizer, baik itu di negara Indonesia maupun di level SEA. “Untuk komunitas, semoga semua yang suka CS:GO lebih kasih waktunya untuk nonton tournament CS:GO lokal. Karena menurut gue kita lagi dimasa reset. Butuh bantuan semua orang yang emang masih suka game ini dan ingin tetap agar tournament lokal yang oke tetap ada. Kalau ragu jadi pro player, setidaknya ajak temen-temennya untuk nonton streamnya. Mungkin kualitas streamnya ngga bagus-bagus banget, tapi bantu hargai orang-orang yang masih mencoba itu.” Nevindra menyampaikan.

Kemudian lebih lanjutnya, Nevindra berharap agar teman-teman yang ingin jadi esports pro player untuk memiliki ambisi yang cukup besar untuk karirnya. “Kalau emang mau jadi pro playernya, jangan hanya menaruh ‘aim’ untuk jago di Indonesia saja. Tetapi harus paling jago se-SEA atau mungkin se-Asia, karena sekarang lebih banyak tim yang anggotanya beda negara. Kalau kalian mau try hard pasti bisa, udah banyak kok player kita yang main diluar Indonesia.” Nevindra menutup.


Mau diskusi lebih lanjut mengenai game CS:GO? Ayo gabung dengan Komunitas CS:GO dengan cara join di group facebook CS:GO Indonesia Community.


Tags:

Sukai Berita Ini

Share post:

Beri Komentar
Silahkan melakukan login terlebih dahulu

0 Komentar