Berkelana di 3 Negara, BnTeT Ceritakan Bedanya Esports CS:GO di Indonesia, China, & Amerika

Tempur dari China ke Amerika, Transisi Hansel ‘BnTeT’ dari Tyloo ke Gen.G (3)

Hansel Ferdinand a.k.a. BnTeT adalah anak muda Indonesia yang sudah berkelana dari Indonesia ke China, lalu kini sedang berkarier di Amerika. Di bawah naungan tim esports Gen.G, BnTeT menekuni profesi sebagai pro player CS:GO kelas dunia.

Punya pro player yang kariernya sukses di luar negeri, Indonesia patut berbangga, dong!

Mulai berkarier dari 2012, Hansel adalah salah satu pemain senior Indonesia. Dapat kesempatan buat kepo, kami pun akhirnya nanyain banyak tentang pengalaman BnTeT. Salah satu poin pembicaraan kami adalah pandangan pro player satu ini tentang esports di tiga negara Indonesia, China, dan Amerika.

Apa aja sih, bedanya? Buat Sobat Gamers yang pengen tahu, simak ya!

Heran, CS:GO Indonesia Kok Bisa Sepi?

BnTeT Tyloo Coaching Class

Awal mula keemasan esports di Indonesia enggak lepas dari era Counter Strike 1.6 sampai CS:GO. Mungkin Sobat Gamers juga tahu, ada banyak pro player senior yang memang start-nya dari game FPS satu ini. Nah, Hansel adalah salah satunya.

“Di Indonesia zaman saya masih main bareng NxL dan Recca, komunitas CS:GO-nya masih lebih besar, sih. Dulu masih banyak turnamen lokalnya, kalau sekarang udah agak sepi yah, yang saya lihat. Banyak yang pindah ke Valorant. Enggak tahu juga kenapa bisa sepi CS:GO Indonesia. Padahal banyak pemain CS:GO Indo yang jago-jago,” BnTeT menyayangkan.

Pemain kelahiran 1995 ini terakhir kali berkarier di Indonesia bersama Recca Esports, pada Maret 2017 sebelum akhirnya ditransfer ke Tyloo China. Sedangkan sejak tahun tersebut, esports CS:GO mulai meredup di Indonesia.

Sebagai pemain yang waktu itu sedang fokus pada karier dan berbagai tantangan di luar negeri, tentunya ada banyak hal yang dilewatkan oleh BnTeT.

Nah, Sobat Gamers penasaran kenapa esports CS:GO Indonesia bisa meredup? INDOESPORTS punya jawabannya, loh!

Kami pernah menelusuri hal ini melalui wawancara di Mei 2020 dengan beberapa figur yang mengikuti perkembangan esports Indonesia. Pro player Agil ‘Roseau’, Nevindra Ibnazhifi sebagai Ambassador Komunitas CS:GO Indonesia, dan shoutcaster sekaligus analis kondang Wawa Mania.

Kesimpulan sederhananya, komunitas CS:GO Indonesia sangat kuat. Seperti yang dikatakan Hansel sebelumnya, negara ini punya banyak pemain yang jago. Sayangnya, potensi ini enggak didukung banyak hal, turnamennya dikit banget!

Kalau kata Om Wawa Mania, sebenarnya game yang dijuluki sebagai ‘dead game’ ini punya harapan, kok! Hanya saja….

“Tapi turnamennya yang tak pernah ada. Di 2019 saja turnamen CS:GO bisa dihitung jari.” curhat Wawa Mania.

Apalagi sejak popularitas game mobile menyerang, esports CS:GO dapat serangan bertubi-tubi. Sekarang kalian tahu kan, kenapa esports CS:GO sepi di Indonesia? Bukan karena gameplay-nya membosankan, tapi karena banyak faktor dari luar game.

BnTeT Ceritakan Ekosistem Esports CS:GO China

BnTeT ex TYLOO

Esports CS:GO di negeri satu ini memang jauh lebih hidup. BnTeT juga bukan satu-satunya pro player yang akhirnya hijrah ke China gara-gara esportsnya lebih besar. Hansel juga enggak ragu mengakui bahwa di Negeri Tirai Bambu ini CS:GO punya ekosistem yang lebih menjanjikan.

“Kalau di China, jelas komunitasnya lebih besar, fans lebih banyak, turnamen lebih banyak juga, dan hadiah turnamen lebih besar juga,” tutur BnTeT.

Sebagai orang awam, hal pertama yang bikin kami penasaran tentunya bahasa. Soalnya, enggak semua orang di Indonesia punya bekal bahasa yang mumpuni. Ternyata Hansel juga mengaku bahwa bahasa jadi salah satu tantangan besar buatnya.

“Sulit sih, pastinya. Tapi dulu, pas awal pertama kali di approach Tyloo saya enggak mikir banyak, sih. Karena ‘kan kesempatan enggak datang dua kali dan waktu itu Tyloo memang organisasi tim CS:GO terkuat di Asia. Jadi saya tertarik,” jelas BnTeT setelah flashback ke 2017.

Lalu gimana porsi latihannya di Tyloo? Sobat Gamers juga pasti pengen tahu kan, apa ada bedanya jadwal atau porsi latihan di Indonesia dan China? Ini jawaban Hansel.

“Kurang lebih sama sih, kalau masalah latihan. Sama-sama hampir main tiap hari minimal 7 jam. Dulu kalau di Tyloo jadwal latihan kita Senin sampai Sabtu,” BnTeT menjawab pertanyaan kami.

Terbang ke Amerika, Tantangan Baru BnTeT di Gen.G

Tempur dari China ke Amerika, Transisi Hansel ‘BnTeT’ dari Tyloo ke Gen.G (2)

Setelah berkarier selama tiga tahun di Tyloo China, akhirnya di penghujung 2019 BnTeT diakuisisi oleh Gen.G Amerika. Hansel bercerita bahwa proses perpindahannya berjalan dengan lancar. Apalagi pihak manajemen Tyloo sudah lama mengetahui bahwa dirinya memang ingin meneruskan karier di Negeri Paman Sam.

Tyloo bahkan membatu prosesnya, untuk hal itu Hansel sangat berterima kasih pada mantan timnya itu. Tantangan yang menunggunya di Amerika pastinya lebih besar. Apalagi menurut pengalaman Hansel, esports CS:GO di negeri Barat ini jauh lebih besar.

“Esports CS:GO di Amerika jauh lebih besar lagi karena emang tim-tim papan atasnya kebanyakan dari Eropa dan Amerika. Tim lebih kuat dibanding di Asia dan banyak pemain-pemain berpengalaman yang berprestasi.”

Semakin besar esportsnya, tuntutannya pun akan semakin besar. Lantas, apakah BnTeT tertekan? Hansel pun enggak ragu menjawab.

 “Tetep ada pressure. Tapi tetap semangat untuk bermain lebih maksimal lagi. Masalah bahasa ya harus belajar pelan-pelan, itu risiko yang harus diambil,” Hansel menuturkan ambisinya yang berapi-api.

Tertekan sih, iya, tapi bukan berarti takut kan, Sobat Gamers?

Keinginannya untuk melanjutkan karier di Amerika tentunya disebabkan karena ekosistem Amerika yang lebih besar dan kuat. Enggak cuma tim dan turnamennya aja yang hidup, tapi komunitasnya pun berkembang.

“Fans CS:GO lebih banyak, ada banyak yang nonton pertandingan CS:GO di sini. Jadi otomatis komunitasnya berkembang,” Hansel menuturkan pendapatnya berdasarkan pengalaman setahun di CS:GO Amerika.

Lebih lanjut, menurut BnTeT kultur latihan di Indonesia, China, bahkan di Amerika enggak jauh berbeda. Porsi latihan hariannya tetap dibatas minimal 7 jam. Hanya sedikit saja beda jadwal latihan di Tyloo dan Gen.G.

“Kalau di Gen.G latihannya Minggu sampai Jumat, break-nya di hari Sabtu.”

Apa ada Sobat Gamers yang bingung kenapa latihannya banyak banget? Harus dong, ‘kan performa yang bagus dibarengi dengan jam terbang yang tinggi. Makanya, jadi pro player itu sebenarnya enggak mudah.

“Jangan Lupa Bersyukur”

Pro Player Indonesia yang Mendunia, ke Mana Mereka Sekarang? BnTeT

Perjalanan karier BnTeT sebagai pro player CS:GO enggak sebentar. Petualangannya pun jauh, melewati tiga negara dan dua benua. Sebagai pemain yang punya segudang pengalaman, yuk kita intip, sebenarnya apa isi hati dan pikiran Hansel.

“Bersyukur sih, pastinya, bisa sampai main di Amerika karena emang dari dulu kepingin banget bertanding sampai ke Amerika. Jadi bersyukur banget deh, puji Tuhan.”

Satu lagi yang enggak kalah menarik buat dibahas. Hansel juga bersedia ngejawab gimana kehidupan sosial dan adaptasinya selama di Amerika. Ternyata banyak hal berkesan yang dilaluinya selama hidup dan berkarier di luar negeri.

“Banyak belajar hal baru sama teammate baru, cara approach di dalam game CS:GO, masih belajar buat bisa lancar berbahasa Inggrisnya juga. Kantor tempat kerja dan tempat tinggal yang disediakan juga aman dan nyaman. Teammate juga baik-baik banget, di dalam ataupun di luar CS:GO. Tapi ya sayang yah, karena situasi Korona, jadi kebanyakan di rumah aja, latihan secara online,” BnTeT menceritakan situasinya.

Meski tantangan kariernya semakin tinggi, tapi kehidupan yang didapatkan Hansel juga ternyata jauh lebih baik. Emang benar ya, Sobat Gamers, kerja keras membuahkan hasil.

“Semoga tim Gen.G bisa semakin berkembang kuat, makin solid, dan kompak, karena bakal banyak banget turnamen mendatang lainnya yang penting-penting. Apalagi kami baru berganti roster juga. Jadi, harus latihan jauh lebih giat lagi.

. . .

Perjalanan Hansel di Amerika masih panjang, semoga kita bisa melihat pro player satu ini berprestasi bersama tim Gen.G, ya! Kita harapkan yang terbaik buat BnTeT ya, Sobat Gamers!

Temukan berita menarik lainnya tentang esports, game, dan esports figure cuma di website INDOESPORTS!


Tags:

Apa menurut kamu Artikel ini keren?

Share artikel ini ke teman-teman kamu juga ;)

Beri Komentar
Silahkan melakukan login terlebih dahulu

0 Komentar