Di Balik Kesuksesannya, Call of Duty Pernah Menghadapi Kegagalan-kegagalan Ini!

cod

Di antara sekian banyak gim bertema Perang Dunia II, Call of Duty (CoD) menjadi permainan yang berhasil mencuri perhatian gamers di seluruh dunia. Jadi tidak aneh kalah pengembangnya, Activision, menjadikan CoD sebagai waralaba. Keputusan tersebut dinilai tepat karena buktinya sampai sekarang CoD mempunyai basis penggemar besar dan kuat.

Namun, selama 15 tahun bertahan pula CoD tak selamanya merasakan kesuksesan. Beberapa gim dari waralaba ini rupanya dianggap kurang berhasil. Penasaran apa saja kegagalan yang terjadi pada CoD? Simak daftarnya di bawah ini!

Gameplay yang membingungkan

Adalah Infinity Ward yang kali pertama menjadi studio pengembang seri CoD. Menyusul kesuksesan gim kesatu dan kedua, studio tersebut lantas merilis subseri Modern Warfare yang juga sukses di pasaran. Melihat peluang tersebut, Infinity Warfare dengan percaya diri merilis subseri teranyar yang mengundang ekspektasi tinggi dari penggemar.

Subseri baru bernama Ghosts, sayangnya, malah menjatuhkan harapan dari penggemar. Pasalnya, gim tersebut menawarkan gameplaymembingungkan dengan misi yang tergolong berulang. Bahkan mode multiplayer yang disuguhkan tidak membantu banyak. Actvision yang memperoleh feedback negatif pun memutuskan tak melanjutkan subseri tersebut.

Mode multiplayer kurang inovatif

Kegagalan Ghosts rupanya tak membuat Infinity Ward kapok. Untuk memperbaiki kesalahan, mereka merekrut Taylor Kurosaki sebagai penulis baru yang kelak menggarap subseri CoD terbaru Infinity Warfare. Dibandingkan All of Duty apk lainnya, Infinity Warfare terbilang segar dan unik karena punya latar tempat yang berbeda, yakni di luar angkasa.

Sayangnya, konsep tersebut lagi-lagi mengundang kejatuhan. Infinity Warfare dibekali dengan mode campaign single player yang sesungguhnya tidak terlalu bermasalah, hanya saja fitur tersebut tidak diimbangi mode multiplayer yang inovatif. Sementara itu, CoD sudah lama dikenal denganmultiplayer yang menyenangkan dan seru oleh penggemarnya.

Keluarnya orang penting dari tim

Sebagian besar orang mungkin heran melihat kegagalan bertubi yang dihadapi Infinity Ward. Ternyata, hal tersebut tak terlepas juga dari keluarnya dua orang penting setelah proses subseri Call of Duty baru, yakni Modern Warfare 2. Adalah pendiri Infinity Ward, Vince Zampella dan Jason West yang dipecat langsung oleh pihak Activision.

Disitat dari Vanity Fair, Zampella dan West meminta Activision ingin menandatangani kontrak yang menyatakan pengontrolan ide kreatif atasfranchise CoD. Sayangnya, ada celah yang memungkinkan Activision memegang seluruh hak CoD. Activision lantas menuduh mereka mau menyabotase CoD sampai Zampella dan West dipecat dan membuat Infinity Ward jadi kurang bergairah.

Membatalkan proyek CoD dengan tps

Activision, seperti dilansir dari Game Rant, sempat mengejutkan penggemar CoD dengan rencana pengembangan CoD dengan mode third-person atau tps. Mereka lantas memberi tugas kepada Sledgehammer Games untuk mengembangkan gim. Tak hanya itu, pengembang ini sudah berencana mengambil tema Perang Vietnam untuk gim tps tersebut.

Kabar ini jelas disambut baik para penggemar All of Duty apk dan menantikan kelanjutan rencana Activision. Namun, harapan mereka lagi-lagi diempaskan karena Activision mendadak membatalkan proyek CoD dengan mode third-person tadi. Kemudian, Sledgehammer Games pun diberikan tugas baru untuk mengurus proyek Advanced Warfare.

Layanan berlangganan kurang diminati

Sebuah perusahaan atau pengembang gim bisa melakukan banyak hal untuk menambah pundi-pundi penghasilan mereka. Selain menjual gim ke pihak lain, mereka juga bisa menjalankan opsi lain seperti DLC, mikrotransaksi, hingga layanan berlangganan. Activision pun menerapkan hal serupa untuk meningkatkan kondisi finansial mereka maupun kualitas CoD dari segi layanan.

Pada 2011 silam, pengembang gim tersebut menerbitkan layanan berlangganan bernama Elite. Fitur-fitur yang disediakan cukup beragam dan menarik. Sebut saja kompetisi, DLC bulanan, dan Elite TV. Akan tetapi, hal tersebut ternyata tidak menggugah penggemar untuk aktif berlangganan. Akhirnya setelah dua tahun, Elite pun ditutup pihak Activision pada 2013.

Kegagalan-kegagalan ini tentunya menjadi pelajaran berharga bagi Activision untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu gim dari berbagai aspek. Semoga saja Anda dan penggemar Call of Duty yang lain tak akan menemukan banyak kesalahan berarti dalam versi-bersi terbaru yang dirilis Activision kelak.    


Tags:

Apa menurut kamu Artikel ini keren?

Share artikel ini ke teman-teman kamu juga ;)

Beri Komentar
Silahkan melakukan login terlebih dahulu

0 Komentar