Icip-icip Game Free Fire, RIMO SADEWA Bandingkan Gameplay dengan CODM

Icip-icip Game Free Fire, RIMO SADEWA Bandingkan Gameplay dengan CODM

Berstatus sebagai pro player CODM, ternyata RIMO SADEWA masih suka melakukan eksplorasi ke game tembak-menembak lainnya. Salah satu game yang paling menarik untuk dicoba menurut Kenz, 2RR9, Fyy, OcaDZ, Strix, dan Aimer adalah Free Fire.

Meski sama-sama game tembak-tembakan, tetap aja keduanya berbeda. Nah, apa jadinya ya kalau pro player CODM coba mainin battle royale?

Yuk, simak cerita RIMO SADEWA saat mereka menjajal game Free Fire. Kira-kira, apa perbedaan yang mereka rasakan ya?

Perbedaaan Fitur Tombol Free Fire dan CODM

Profil Pemain RIMO SADEWA, Penantang Tangguh di Esports CODM Indonesia

CODM bukanlah game pertama Kenz, 2RR9, Fyy, OcaDZ, Strix, dan Aimer. Para pemain dari RIMO SADEWA ini sudah pernah mencoba berbagai judul dan genre game. Tapi kali ini sebagai satu tim utuh, Kenz, 2RR9, Fyy, OcaDZ, Strix, dan Aimer serempak mencoba game Free Fire.

CODM adalah game first person shooter (FPS), sedangkan Free Fire adalah permainan battle royale. Pro player FPS dikasih battle royale, ternyata enggak bisa langsung jago! Para pemain RIMO SADEWA ini justru merasa kesulitan karena perbedaan fitur yang ada di dalam game.

“Ada beberapa tombol di Free Fire yang kurang kami dapat. Sebenarnya, untuk tombol aim kami enggak masalah, sih. Tapi, di Free Fire larinya ‘kan auto, fitur tombolnya ini yang bikin kami agak susah sih, ha-ha-ha! Jadi, ya penyesuaiannya lagi karena movement-nya beda banget,” jelas Kenz.

Udah jago di CODM, ternyata RIMO SADEWA merasa enggak cukup. Masih harus mengembangkan diri, para pemain ini memutuskan untuk memperluas pengetahuan dan skill sampai lintas genre.

Meski dalam segi menembak Kenz dan kawan-kawan mengaku tak terlalu kesulitan menyesuaikan diri, pergerakan di game Free Fire ternyata jadi hambatan. Sebab dalam game battle royale, rotasi dan pergerakan adalah hal yang sangat penting dan menentukan permainan.

Main FF, RIMO SADEWA Berencana Pindah Genre?

Popularitas Rendah, Keresahan RIMO SADEWA Masa Depan CODM Indonesia

Ternyata bukan tanpa alasan dan tujuan kenapa RIMO SADEWA mempelajari game Free Fire. Menurut Strix dan kawan-kawan, ini adalah salah satu kiat untuk bertahan di ekosistem esports. Selain menguasai game utama, pro player juga harus punya modal di game lain.

“Kami selalu ada keinginan mau nyoba game lain. Tapi ya tetap harus lebih fokus ke CODM-nya. Kalau mau tetap di esports ya emang harus coba-coba game lainnya,” kata Kenz.

Menjaga konsistensi permainan adalah PR penting bagi setiap tim maupun pro player. RIMO SADEWA terbukti bisa tetap fokus secara profesional di CODM meski sempat coba-coba game lain.

Apakah ini tanda ancang-ancang Kenz, 2RR9, Fyy, OcaDZ, Strix, dan Aimer bakal pindah lapak ke game sebelah?

“Kalaupun harus pindah game, kami sih pengennya pindah satu tim. Yang jelas enggak bakal ke game PC, lah,” ujar Kenz, terlihat sangat yakin.

Enggak pakai ribet, ternyata para pemain RIMO SADEWA sudah berkomitmen untuk terus bersama-sama apapun yang terjadi. Ternyata chemistry Kenz, 2RR9, Fyy, OcaDZ, Strix, dan Aimer se-solid itu ya!

. . . 

Apakah RIMO SADEWA, tim terbaik CODM ini, benar-benar akan pindah genre ke game mobile lainnya? Ini sih misteri yang masih belum ketahuan jawabannya. Kita lihat aja gimana perkembangan divisi CODM dari RIMO TEAM ini ya, Sobat Gamers!

Biar kalian enggak ketinggalan berita terkini tentang game dan esports figure, simak terus website INDOESPORTS! Temukan juga gaming tips di sini biar gameplay kalian makin GG!


Tags:

Apa menurut kamu Artikel ini keren?

Share artikel ini ke teman-teman kamu juga ;)

Beri Komentar
Silahkan melakukan login terlebih dahulu

0 Komentar